News Room, Selasa ( 05/04 ) Masyarakat yang terjangkit penyakit ini, diharapkan tidak takut dan malu berobat. Karena, penyakit kusta bisa disembuhkan dan bukan merupakan penyakit kutukan. Apalagi, pengobatan penyakit ini gratis dan tidak dipungut biaya apapun sampai sembuh total.
Hal tersebut diakui Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia 2016, di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan, Selasa (05/04).
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan di Kabupaten Sumenep betul-betul bisa bebas dari penyakit kusta.
“Harapan agar Sumenep bebas kusta, bukan hanya sekedar slogan semata, tetapi diharapkan dapat menjadi suatu kenyataan,” ungkapnya.
D
ikatakan Bupati, jika penyakit kusta merupakan salah satu penyakit yang menular. Dan jika tidak ditangani secara langsung dengan memberikan pengobatan secara intensif, maka berdampak buruk berupa kecacatan. Hal tersebut tentunya akan membawa permasalahan, baik fisik, ekonomi dan sosial.
Namun, pihaknya bersyukur, karena Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam beberapa tahun ini telah berhasil menekan penderita kusta. Di tahun 2015, penderita baru penyakit kusta di Sumenep berjumlah 470 orang. Hal itu menurun, jika dibandingkan penemuan tahun 2014 yang berjumlah 517 orang.
Bahkan, di tahun 2006 pernah berjumlah 742 orang. Dari jumlah tersebut, proporsi cacat II mencapai 5,11 persen. Sedangkan kecacatan pada anak malah lebih tinggi, yakni mencapai 8,51 persen.
“Karena itu, kegiatan kampanye ini sangat penting, agar seluruh lapisan masyarakat di Sumenep lebih paham dan waspada terhadap penyakit kusta. Sekaligus juga berprilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. A. Fatoni, M.Si mengungkapkan, penderita penyakit kusta di Kabupaten Sumenep sesuai data di tahun 2016, terbanyak di Kecamatan Pragaan, yakni mencapai 48 orang. Sedangkan di tempat ke dua ada di Kecamatan Gayam sebanyak 45 orang.
Dijelaskan, pada tahun 2015, tingkat keberhasilan pengobatan kusta mencapai 96,43 persen atau mencapai 433 orang. Karena itu, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya yang di lingkungannya ada penderita kusta, agar penderita kusta tidak dikucilkan atau diisolasi.
“Jangan ada stigma bahwa penderita kusta membawa penyakit, karena penyakit kusta ini menularnya tidak langsung, dan dalam kurun waktu lama,”tambahnya. ( Ren, Esha )