News Room, Senin ( 12/11 ) Pada bulan Oktober 2012, Sumenep terjadi Inflasi sebesar 0,02 persen. Laju Inflasi Sumenep ini lebih rendah dibandingkan Jawa Timur, yang hanya 0,15 persen dan Nasional 0,16 persen. Kasi Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Kadarisman, menjelaskan, terjadinya Inflasi pada bulan Oktober kemarin, untuk di daerah setempat dipicu karena adanya kenaikan harga sejumlah komoditas. “Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memicu Inflasi Sumenep di Oktober 2012, adalah kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,66 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,49 persen. Kemudian, kelompok kesehatan 0,36 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,85 persen. Serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,01 persen,” kata Kadarisman, Sumenep, Senin (12/11). Dari enam kota di Jawa Timur yang terjadi Inflasi, Sumenep berada diposisi kelima. “Untuk Inflasi terbesar adalah Jember sebesar 0,28 persen, diikuti Malang 0,22 persen, Probolinggo 0,19 persen, Surabaya 0,14 persen. Kemudian, Sumenep 0,02 persen, dan Inflasi terendah terjadi di Kediri sebesar 0,01 persen,” terangnya. Kadarisman mengungkapkan, laju Inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2012, Sumenep tertinggi sebesar 4,44 persen, dibanding Jawa Timur sebesar 3,71 persen, dan Nasional sebesar 3,66 persen. “Sementara, laju Inflasi year to year (Oktober 2012 terhadap Oktober 2011) Sumenep sebesar 6,10 persen, Jawa Timur 4,86 persen dan Nasional sebesar 4,61 persen,”ungkapnya. ( Nita, y02k )