Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-12-2013
  • 650 Kali

Stok Pupuk Mulai Menipis, Dua Distributor Kosong

News Room, Senin ( 09/12 ) Setiap menjelang musim tanam, kondisi pupuk sering terjadi kekurangan. Namun, pada musim tanam tahun ini, belum terjadi kelangkaan pupuk. Hanya saja, stok yang kian menipis. Bahkan, dua kios penyalur (distributor) pupuk bersubsidi di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep kekurangan pupuk. Sejak dua pekan yang lalu stok pupuk kosong. Akibatnya, para petani kebingungan mencari pupuk, karena sudah masuk masa tanam. Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Dwita Andriani, S.Psi mengatakan, hasil investigasi ke lapangan, memang ditemukan dua kios penyalur pupuk bersubsidi di Kecamatan Manding mengalami kekosongan sejak dua pekan terakhir ini. "Untuk kelangkaan pupuk belum terjadi, tapi kami menemukan kios penyalur pupuk bersubdisi kosong di Kecamatan Manding,"kata Dwita Andriani, Senin (09/12). Selain di Manding, lanjut Ita, pihaknya juga menemukan stok pupuk jenis urea di kios Kecamatan Saronggi mengalami kekurangan mencapai 12 ton dari kuota kebutuhan petani setempat. "Kalau di Saronggi kondisinya memang beda dengan di Manding, yakni stok pupuk ada tapi jika dikalkulasi dengan kebutuhan petani, masih kurang 12 ton pupuk," terangnya. Minimnya stok pupuk itu, membuat harga pupuk bersubsidi ditingkat petani bervariasi, antara Rp. 92.000,00 hingga Rp. 95.000,00 per zak ukuran 50 kilogram. Padahal harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp. 90.000,00 per zak ukuran 50 kilogram. "Harga pupuk variatif, paling mahal mencapai Rp. 95.000,00 per sak, untuk di Manding tetap Rp. 90.000,00 per sak, tapi tidak ada barangnya," ungkapnya. Sementara itu, Kabid Sumber Daya dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Kurratul Aini, SP mengaku stok pupuk untuk tahun 2013 ini cukup. Per tanggal 30 Nopember 2013 lalu, realisasi pupuk bersubsidi sebanyak 6.000 ton, sisanya 5.000 ton, karena untuk kuota musim hujan 2 (MH 2) sebanyak 11.000 ton. "Kalau kekurangan pupuk tidak mungkin, apalagi langka. Karena, untuk MH 2 ini dialokasikan pupuk sebanyak 11.000 ton pupuk. Yang terealisasi baru 6.000 ton, jadi sisanya masih tinggal 5.000 ton. Kalau kuota pupuk dalam satu tahun sebesar 25.000 ton,"paparnya. Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk, pihaknya mengajukan penambahan sebesar 2.120 ton di musim hujan dua ini. "Kami mengusulkan penambahan pupuk untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk,"tukasnya. Jumlah total Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sumenep sebanyak 3.271. Kelompok tani sebanyak 2.757 kelompok, dan 534 KWT. ( Nita, Esha )