News Room, Selasa ( 20/04 ) Menghadapi musim tanam kedua tahun ini, stok pupuk bersubsidi dari Pemerintah yang disalurkan melalui distributor pupuk yang ditunjuk, dipastikan aman dan tidak akan terjadi kelangkaan pupuk, seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut ditegaskan koordinator Distribusi Pupuk bersubsidi Kabupaten Sumenep, Ir. Suharto usai mengikuti rapat koordinasi distribusi pupuk 2010 di Kantor Bupati Sumenep, Selasa (20/04). Menurutnya, untuk meminimalisir persoalan pupuk, yang penting harus selalu ada komunikasi dan koordinasi dari semua pihak, mulai dari Dinas terkait hingga ketingkat Kecamatan. “Dengan selalu melakukan koordinasi dan komunikasi, sehingga setiap persoalan yang mungkin terjadi dimasing-masing wilayah, segera dapat tertangani dengan cepat,â€Âujarnya. Dijelaskan, untuk jatah pupuk tahun ini masih cukup banyak yang justeru belum tersalurkan kepada petani. Misalnya saja, untuk pupuk Urea dari 31.000 ton lebih baru tersalurkan sekitar 6.000 ton lebih. Berarti masih banyak tersisa dibeberapa distributor yang tersebar di Sumenep. Soal sulitnya distribusi pupuk dari distributor ke petani, diakui Suharto, sebenarnya tidak benar. Sebab, yang jelas di masing-masing wilayah distribusi pupuk disesuaikan dengan permohonan yang diajukan masing-asing Kelompok Tani melalui UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan di Kecamatan. “Karena memang terkadang ada petani yang langsung datang ke distributor, sehingga tidak bisa dilayani, karena dianggap menyalahi aturan,â€Âpungkasnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, persediaan pupuk hingga 17 April 2010 ini, Urea sebanyak 31.300 ton tersalurkan 6.340 ton, SP-36 sebanyak 4.457 ton, tersalurkan 707 ton, ZA dari 5.659 ton tersalurkan 828 ton, Phonska dari 5.626 ton, tersalurkan 1.302 ton, sedangkan Pupuk Organik dari 2.639 ton, baru tersalurkan 540,82 ton. ( Ren, Esha )