Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-12-2017
  • 429 Kali

STKIP PGRI Cetak Guru Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Media Center, Kamis ( 14/12 ) Sebagai pencetak para guru, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Sumenep terus berupaya menekankan penanaman pendidikan karakter terhadap mahasiswa yang notabeni merupakan calon guru. Sebab, dalam pengembangan karakter peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama, karena guru merupakan sosok yang bisa ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmuni, M.Pd, kepada wartawan, Kamis (14/12).

Menurutnya, pendidikan karakter harus mendominasi dan penting diberikan sejak dini. Dan untuk mengembangkan pendidikan karakter peserta didik, guru harus diposisikan sebagai pengajar dan pendidik.

“Sebab, selain mentransfer ilmu pengetahuan, guru juga harus mengembangkan kepribadian siswa didik melalui interaksi yang dilakukan di kelas dan di luar kelas,”ungkapnya.

Dikatakan, penerapan pendidikan karakter bagi siswa di sekolah sejak usia dini, perlu dipahami oleh semua tenaga pendidik. Hal itu dalam rangka membentuk karakter anak bangsa di masa mendatang. Karena, sejatinya pendidikan karakter penting diberikan sejak dini.

Bahkan, Asmuni menegaskan, pendidikan karakter seharusnya juga dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak, dan setelah keluarga, maka dunia pendidikan karakter sudah harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar.

Dalam rangka membentuk karakter anak bangsa dimasa mendatang, menurut Asmuni, sangat penting di usia emas ini, karena terbukti bisa menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Karena karakter anak yang terbentuk saat ini akan menentukan karakter bangsa di kemudian hari, sehingga anak mendapatkan ruang yang cukup dalam mengekspresikan diri secara leluasa.

“Salah satu contoh penanaman pendidikan karakter di sekolah, bisa dimulai dari kegiatan upacara serta kedisiplinan siswa saat masuk kelas,”tandasnya. ( Ren, Esha )