Sumenep-Kominfo News Room : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (Stikom) Surabaya mengenalkan konsep radio melalui Artificial Intelegent (bagian dari program yang memudahkan dalam menirukan pesan yang diterima diubah dalam bentuk suara) tanpa suara penyiar. “Biasanya ketika mendengar radio, tak lepas dari suara penyiar secara langsung, namun dengan alat ini, penyiar tak usah datang ke studio, tapi bisa siaran langsung dari luar studio, istilahnya memanjakan penyiar ketika berhalangan hadir,†ujar Tino Hariyadi, mahasiswa Stikom pembuat alat ini dalam keterangan persnya di Kampus Stikom, Jalan Raya Kedung Baruk Surabaya, Jumat (23/02) kemarin. Tino menjelaskan, konsep dasar radio tanpa penyiar ini, yaitu seperti membuat aplikasi program radio, mencari dan memutar lagu, membaca request, memutar jingle dan membaca adlips (teks penyiar) yang secara otomatis digerakkan komputer melalui signal Handphone. Dari signal itu para penyiar dan musik direktor bisa menjalankan aplikasi secara langsung dari tempat manapun. Dijelaskannya, sebelum membuat alat itu, perlu melihat beberapa aspek di antaranya, intonasi suara, kejelasan pengucapan, tempo serta sense of humor. Hal ini untuk memudahkan aplikasi membaca pesan yang diterima dari penyiar melalui Handphone. “Atribut penyiar itu jika dipasang di aplikasi, nantinya akan berhubungan dengan Artificial Intelegent (bagian dari program yang memudahkan dalam menirukan pesan yang diterima), namun sebelumnya, terlebih dahulu harus mengetik naskah, selanjutnya dari pengetikan itu secara otomatis program akan menirukan dalam bentuk suara,†ujar Tino yang membuat alat itu untuk Tugas Akhir (TA). Dikatakannya, ide membuat radio tanpa penyiar itu berawal ketika melihat orang di bandara yang sedang membuka pintu untuk penumpang. Dia menceritakan, pada saat itu seorang penumpang hanya memasukkan data, langsung bisa boarding. “Dari situ saya terpikir membuat program aplikasi otomasi radio tanpa penyiar untuk mempermudah pekerjaan penyiar,†ujarnya. Alat ini pernah diujicobakan di Radio Maja FM (Suara Mojokerto 100.7 FM) dan berhasil. Hasil karya ini juga merupakan yang pertama di Indonesia dari pengembangan model otomasi Short Message Servive (SMS) request di radio, seperti memilih tembang lagu pilihan yang sudah masuk playlist (sistem master radio), kemudian dengan sendirinya lagu tersebut akan terputar tanpa melalui proses pencarian ulang lagu. “Penekanan sebenarnya dari sistem bagaimana mencari file lagu dari database berdasarkan bentuk query input keyword, penjadwalan siaran dan filterisasi user request,†tambah Tino yang menghabiskan dana sebesar Rp. 500.000,00 untuk karyanya ini. ( JNR, Esha )