Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-10-2012
  • 549 Kali

STI Al-Karimiyah Desa Braji Mewisuda 230 Mahasiswa

News Room, Rabu ( 17/10 ) Sekolah Tinggi Islam (STI) Al-Karimiyah, Braji, Kecamatan Gapura, akhirnya meluluskan 230 mahasiswanya. Mereka merupakan angkatan pertama di perguruan tinggi tersebut, yang diwisuda pada Rabu (17/10) pagi. Rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana program strata satu angkatan pertama Sekolah Tinggi Islam Al-Karimiyah, di Gedung KORPRI Sumenep itu, dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Saifullah Yusuf, Bupati setempat, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si dan pejabat yang tergabung dalam Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), serta Kepala Satuan Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Saifullah Yusuf, dalam orasi ilimiahnya menyatakan, bahwa kehadiran Sekolah Tinggi Islam Al-Karimiyah ini menambah catatan di dunia perguruan tinggi. “Namanya saja Islam, berarti ilmu yang dituangkan didalamnya lebih menekankan pada perbaikan moral bagi mahasiswanya selaku generasi muda Indonesia. Mudah-mudahan, para mahasiswa STI Al-Karimiyah yang telah diwisuda akan mampu menjadi penerus Bung Karno. Walaupun harus dipenjara, tapi akhirnya bisa menguasai Negara Indonesia, sebagai Presiden Republik Indonesia,”kata Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, di Sumenep, Rabu (17/10). Sementara itu, Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, dalam sambutannya menjelaskan, perkembangan perguruan tinggi di Kabupaten ini cukup bagus. Sampai tahun 2012, Kabupaten Sumenep sudah memiliki 7 perguruan tinggi, yang 5 diantaranya adalah perguruan tinggi Islam. “Memang telah menjadi keharusan, sebagai Kabupaten yang memiliki hampir 300 Pondok Pesantren, Kabupaten Sumenep menyediakan perguruan tinggi Islam, guna menjembatani kekayaan intelektual tersebut dengan sarana pendidikan yang gampang dan berkualitas, sehingga akses pendidikan tinggi bagi semua bisa dijangkau oleh masyarakat,”terangnya. Bupati menambahkan, sampai saat ini, partisipasi anak didik lulusan SMA dan sederajat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi baru mencapai 70 persen. “Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak tinggal diam untuk membulatkan tekad dalam membantu pengembangan perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep,”ujarnya. Adapun langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, yakni secara konsisten setiap tahun memberikan bantuan bagi semua perguruan tinggi yang ada di Kabupaten ini. Kemudian, terus intens memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. “Semua itu diharapkan mampu meningkatkan akseptabilitas perguruan tinggi, serta membantu mahasiswa menunjang aktifitas perkualiahannya,”ungkap Bupati Sumenep. Dari 230 wisudawan/wisadawati strata satu angkatan pertama Sekolah Tinggi Islam Al-Karimiyah, yang berhasil menyabet Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,48 adalah Nailiyah, S.PdI. ( Nita, Esha )