News Room, Rabu ( 22/12 ) Sebanyak 96 orang relawan bidang Unit Pengelola Sosial (UPS) dan Unit Pengelola Lingkungan (UPL) utusan masing-masing Desa dan Kelurahan se Kecamatan Kota Sumenep, mengikuti pelatihan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Madniri Perkotaan yang dilaksanakan di Desa Kebunan, selama dua hari sejak 22-23 Desember 2010. Asisten Koordinator Kota PNPM-MP Kabupaten Usmenep, Aries Munfar, ST dalam pembukaan tadi pagi, Rabu (22/12) mengungkapkan, sosialisasi dalam konteks PNPM Mandiri Perkotaan bukan hanya sekedar diseminasi media publikasi maupun sekedar pemahaman masyarakat terhadap substansi, serta prosedur PNPM Mandiri Perkotaan saja. Namun, bagaimana diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis, perubahan sikap serta perilaku masyarakat. “Sebab, sosialisasi harus terintegrasi dalam aktivitas pemberdayaan dan dilakukan secara terus menerus untuk memampukan masyarakat menanggulangi masalah-masalah kemiskinan secara mandiri dan berkelanjutan,”jelasnya. Ditambahkan, kegiatan sosialisasi mempunyai peranan penting dalam proses memberikan pehamaman kepada masyarakat. Pada awal-awal program, media sosialisasi yang didorong adalah media yang secara substansi, menjelaskan program secara keseluruhan pada tahapan/siklus kegiatan di masyarakat melalui media yang didistribusikan dari pusat. Namun, itu sudah bergeser, dan saat ini masyarakat diberi ruang untuk mengembangkan, merencanakan, memproduksi, mendistribusikan pengetahuan dan informasi mereka melalui “Media Warga”. Melalui Media warga ini juga diharapkan masyarakat dapat merencanakan strategi komunikasi di wilayahnya, serta mampu mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yang ada di wilayahnya, baik secara horizontal antara warga sendiri, maupun secara vertikal antara warga dengan pihak pemerintah daerah. “Media Warga lebih mudah diterima dan dipahami, karena sangat mengutamakan konteks budaya dan seni lokal/daerah, serta sesuai dengan penggunaan bahasa, nilai-nilai, dan kebiasaan/tradisi setempat,”tambahnya. Sementara, UPS Desa Parsanga Juhariyah mengaku memang baru pertama kali mengikuti pelatihan PNPM-MP ini. Rupanya, banyak hal yang memang harus diketahui sebagai relawan di Desa, yang tidak hanya dituntut pengabdian waktu, pikiran, tenaga dan sebagainya. “Namun, ternyata juga harus memahami betul, bagaimana upaya mengentaskan kemiskinan juga dengan pengetahuan yang harus dimiliki oleh SDM para pelaksananya,”tuturnya. ( Ren, Esha )