Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-10-2008
  • 1079 Kali

Soal Pilkades Rubaru, Panitia Sayangkan Aksi Demo

News Room, Sabtu (11/10) Persoalan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Rubaru Kecamatan Rubaru, yang sempat disoal oleh kalangan warga masyarakat setempat hingga ke Gedung DPRD dan Bupati Sumenep, Jum’at kemarin, akhirnya Ketua Panitia Pelaksana Pilkades Rubaru, Moh. Munir angkat bicara. Ketika ditemui News Room di rumahnya, Sabtu (11/10), Munir mengaku sangat menyayangkan pihak-pihak yang mempersoalkan pelaksanaan Pilkades di Desanya yang dianggap penuh dengan rekayasa dan banyak pelanggarannya. Padahal, tegas Munir, sejak awal pembentukan panitia Pilkades, penjaringan Calon Kades, proses pendataan hingga pada penetapan daftar pemilih sampai pada pelaksanaannya, tidak ada yang mempermasalahkan. Mengapa ketika saat ini, baru ada warga masyarakat yang mempersoalkan pelaksanaan Pilkades Rubaru. “Semua mekanisme Pilkades kita sudah lakukan dengan sebaik mungkin, mengikuti juklak yang ada, bahkan seringkali pihaknya berkoordinasi dengan pihak Muspika maupun Bagian Pemerintahan Desa Setda Kabupoaten Sumenep,”ujar Munir. Melihat kenyataan tersebut, Munir menilai ada indikasi dari pihak tertentu yang sengaja mengompori masyarakat untuk mempersoalkan Pilkades Rubaru. Sebab, yang aneh, justeru dari pihak calon Kades dan para saksi tidak mempersoalkan hasil Pilkades. Munir menilai ada pihak luar yang kalah dalam taruhan saat Pilkades, tidak puas dan melakukan cara-cara yang tidak sehat. Pihaknya juga mengaku sangat menyayangkan media lokal yang memberitakan sepihak dan banyak memuat pemberitaan tidak benar dan memutar balikkan kalimat konfirmasi yang sama sekali tidak keluar dari sumbernya. Bahkan Munir mengaku siap apabila ada pihak-pihak yang tidak puas dengan pelaksanaan Pilkades Rubaru itu untuk melakukan upaya hukum, guna menghormati aturan perundang-undangan yang ada. Bukan malah melakukan tindakan memprovokasi warga dengan cara-cara yang tidak benar. Apalagi setiap mekanisme Pilkades sudah dilakukan dengan bentuk berita acara, termasuk ketika memberikan pinjaman data pemilih kepada para calon dan saat itu tidak ada yang mempermasalahkan. Sementara Plt. Kepala Desa Rubaru, H. Fathorrahman, juga menyayangkan tindakan warga masyarakat yang tidak melakukan pendekatan dengan cara musyawarah terlebih dahulu sebelum melakukan langkah-langkah lebih jauh. Sebab, bagaimanapun Pemerintahan Desa maupun Panitia Pilkades sudah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan Pilkades dengan baik. Kalaupun memang ada pihak yang tidak menerima hasil Pilkades, hendaknya dilakukan dengan cara yang baik pula. Seperti halnya memproses secara hukum, sebab khawatir akan membawa dampak kurang baik di kemudian hari. Fathorrahman berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Lebih baik tempuh jalur hukum, agar tidak terjadi bentrok di tengah-tengah masyarakat. Selama 2 periode dirinya menjabat Kepala Desa di Rubaru, hampir tidak pernah terjadi kekacauan di tengah warga masyarakat. ( Ren, Esha )