Sumenep-Infokom News Room : Komisi D DPRD Sumenep saat kunjungan kerjanya ke SMP Negeri 1 Pragaan beberapa waktu lalu menemukan adanya penarikan uang pendaftaran 40 siswa baru masing-masing sebesar Rp. 15 ribu, bahkan sampai saat ini pihak sekolah belum mengembalikan uang pendaftaran itu kepada masing-masing siswa, padahal pungutan uang pendaftran itu tidak perlu dilakukan, karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS) Menanggapi hal itu, Kepala SMP Negeri I Pragaan, Hafid Rahmad, S.Pd mengatakan, sesuai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) dana BOS yang turun pada bulan Oktober lalu itu tidak mencantumkan untuk uang pendaftaran bagi siswa baru. Kebijakan yang diterapkan sesusai dengan otonomi sekolah itu memang memprioritaskan pengguna dana BOS pada kebutuhan yang lebih mendesak, seperti ketersedian buku dan lainnya. Hafid Rahmad menyayangkan tidak adanya klarifikasi soal peruntukan dana BOS di SMP Negeri I Pragaan, ketika Komisi D DPRD Sumenep melakukan kunjungan kerja itu, padahal waktu itu pihaknya sedang mengikuti rapat tentang profil sekolah di SMP Negeri 3 Sumenep. ( Yasik, Esha ) ----------oooOooo---------- PDAM PUTUSKAN ALIRAN PELANGGAN YANG NUNGGAK Sumenep-Infokom News Room : Tingginya pelanggaran yang dilakukan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep, baik daratan maupun kepulauan, membuat PDAM melakukan operasi terpadu. Direktur PDAM Sumenep, Drs. H. Didik Untung Samsidi, MM ketika di temui News Room di ruang kerjanya, Rabu (14/12) menuturkan, operasi terpadu itu dilakukan untuk mengecek secara langsung pelanggaran dari para pelanggan. Didik menerangkan, pelanggaran yang dilakukan pelanggan itu, yakni tidak membayar rekening air selama 2 bulan berturut-turut, sehingga terjadi penunggakan. Padahal, menurut H. Didik, dengan banyaknya tunggakan tersebut, akan berdampak buruk terhadap biaya operasional yang saat ini mengalami kenaikan, seiring dengan kenaikan BBM per 1 Oktober kemarin. H. Didik Untung mengungkapkan, apabila tunggakan tersebut, tidak segera diselesaikan oleh pelanggan, maka pihak PDAM tidak segan-segan akan memutuskan sementara aliran air bagi yang bersangkutan. Selanjutnya H. Didik mengaku, hal itu terpaksa dilakukan, demi kelancaran PDAM sendiri. Dan pemutusan aliran air itu, akan dilakukan mulai bulan depan. Karena itu, pihaknya berharap kepada para pelanggan, agar secepatnya menyelesaikan tunggakan tersebut. ( Nita,Esha )