Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-06-2008
  • 538 Kali

SMP Terbuka Kecamatan Talango Raih Juara I Lomojari

News Room, Jum’at ( 13/06 ) Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, akhirnya SPN Terbuka Kecamatan Talango unggul sebagai Juara I pada Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) khusus bagi siswa SMP Terbuka yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep sejak tanggal 9 hingga 12 Juni 2008 kemarin. Sementara SMP Terbuka Kecamatan Ganding tampil sebagai Juara II dan Juara III SMP Terbuka Kecamatan Pragaan. Pelaksanaan Lomojari sebelumnya dilaksanakan di Gedung Ki Hajar Dewantara Sumenep, selanjutnya pada pelaksanaan finalnya akan ditempatkan di Gedung Kesenian RRI Sumenep. Menurut pelaksana kegiatan Lomojari, Drs. Syaiful Bahri yang juga selaku Kasie SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini mengaku sempat kesulitan dalam mengumpulkan siswa SMP Terbuka yang mayoritas tidak memiliki waktu khusus belajar dan berada di daerah terpencil. Namun ketika dilaksanakan Lomojari ini, ternyata mereka dapat membuktikan diri dapat mengambil bagian dalam pendidikan sebagaimana pelajar yang mengenyam pendidikan reguler lainnya. Kesempatan siswa SMP Terbuka dalam mengikuti Lomojari menurut Syaiful Bahri, merupakan bukti jika mereka juga tetap memiliki kesempatan bersaing memunculkan potensi dan intelgensinya. Terbukti, dari 17 SMP Terbuka terdapat 13 SMP Terbuka di bawah binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengikuti kegiatan Lomojari tersebut dengan antusias. Ditambahkan Syaiful, jika SMP Talango sebagai Juara I nantinya akan dibimbing khusus, kurang lebih selama sebulan, dan pada pertengahan Juli 2008 nanti akan diikutkan pada Lomujari tingkat Jatim yang akan di gelar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya Sebelumnya Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Sudirman, MM menjelaskan, bila kegiatan Lomojari tersebut dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pengembangan dan pembinaan SMP Terbuka yang ada di Kabupaten Sumenep. Bahkan kegiatan lomba tersebut sengaja dilakukan dengan penyaringan yang cukup ketat untuk memperoleh pemenang yang benar-benar tangguh, agar nantinya tidak sekedar ikut lomba dalam kegiatan di tingkat Jatim. Dan seleksinya dilakukan bertahap, diambil 8 besar terlebih dahulu kemudian baru berkompetisi di babak final. ( Ren, Esha )