Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-08-2010
  • 592 Kali

SMAN I Masalembu Tak Ingin Tertinggal Dengan SMA Di Daratan

News Room, Sabtu ( 28/08 ) Meskipun sangat jauh dari daratan, namun proses pembelajaran dan upaya meningkatkan pengetahuan siswa di SMA Negeri 1 Masalembu tidak ingin tertinggal dengan sekolah lainnya yang ada di daratan dan sebagainya. Karena itu, upaya untuk menyediakan sarana pembelajaran bagi guru dan siswa terus dilakukan, sehingga pengetahuan teknologi dan informasi tetap bisa diterima dan dinikmati siswa kepulauan terjauh di Kabupaten Sumenep tersebut. Kepala SMA Negeri 1 Masalembu, Drs. Hermono Prayudi Anggoro ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengungkapkan, pihaknya tidak ingin tertinggal jauh dengan sekolah lain yang ada didaratan, sehingga fasilitas yang banyak digunakan sekolah lainnya di daratan, seperti model pembelajaran dengan menggunakan LCD, di SMAN I Masalembu juga sudah melaksanakan hal yang sama. “Kami akui fasilitas yang ada di kepulauan Masalembu memang masih tertinggal dengan daratan, salah satunya soal listrik yang tidak selalu menyala seperti di daratan. Namun, dengan keterbatasan yang ada, kami berusaha untuk memaksimalkan sarana yang sudah ada,”ujarnya. Bahkan, diakui Kasek yang baru mendapat penghargaan PNS berprestasi 2010 dan pernah mendapat penghargaan Satya Lencana 2001 dari Prisiden Megawati Soekarno Putri ini, selama Ramadhan pelaksanaan pembelajaran tetap dilaksanakan meskipun dengan efektif fakultatif. Namun, tetap ditambah kegiatan Pondok Ramadhan pada sore hari. Apalagi, saat ini sarana prasarana di sekolah sudah sudah menunjang, seperti musholla, serta wisma guru ada 4 unit yang menyediakan guru dari luar agar betah tinggal disana. Bahkan, pihaknya saat ini akan mengupayakan penerangan lampu genset, sehingga setiap saat diperlukan tidak perlu menunggu lampu PLN menyala. Dan rupanya saat ini sudah ada sinyal dari Dinas Pendidikan untuk pengadaannya tahun 2010 ini. Dijelaskan, saat ini siswa SMAN I Masalembu sebanyak 356 siswa mulai kelas X hingga XII, sehingga perlu terus ada penambahan perangkat computer. Yang jelas tegas mantan guru yang pernah mengajar lama di SMAN I KaLianget ini, setiap ada sisa anggaran, baik dari APBD maupun APBN selalu dimanfaatkan untuk kepentingan sarana dan prasana sekolah. ( Ren, Esha )