News Room, Senin ( 21/06 ) Banyaknya modus penipuan dengan memberdaya calon orang yang akan ditipu dengan menggunakan segala cara. Jika sebelumnya sempat dengan menggunakan iming-iming hadiah yang biasanya diselipkan dalam bungkus berbagai produk, namun saat ini rupanya juga sudah lebih elite lagi, dan korbannya juga para pejabat. Salah satunya yang sempat dialami Kepala UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan Sumenep, Drs. Matsuri, serta beberapa Kepala SKB yang ada di Jawa Timur. Dituturkan Matsuri ketika ditemui News Room disalah satu masjid, dirinya hampir percaya dengan ulah sang penipu yang sepertinya sangat rapi. Sebab, menggunakan lembaga negara, yakni Badan Akreditasi Negara Pendidikan Non Formal (BAN-PNF) Dirjen Dikdasmen Kemendiknas. “Awalnya saya mendapat laporan dari staf di kantor pada Jum'at (18/06) lalu, yang dikirim melalui fax dengan kop surat BAN-PNF tersebut, dengan perihal surat lokakarya akreditasi PNF 2010, yang akan dilaksanakan hari Rabu-Kamis (23-24 Juni 2010),â€Âterangnya. Berdasarkan surat yang ditandatangani atas nama Ketua BAN-PNF, MH. Suryadi Winarno, MBA tersebut, pihaknya kemudian menindak lanjuti dengan menelpon kantor yang ada di kop surat, dan pihaknya ditanya nomor rekening. Namun ketika dijawab tidak punya rekening suruh buka di Bank Mandiri, agar bisa segera ditransfer dana transportasi dan akomodasi hotel. Dan akhirnya Matsuri menuruti dengan membuka rekening dengan setoran awal sebesar Rp.100.000,00. “Ternyata, ketika itu dilakukan, saya merasa ada yang janggal, orang yang penyuruh saya buka rekening syaratnya harus minimal uang di ATM saya sebesar Rp. 2.000.000,00,â€Âjelasnya. Untuk mengecek hal tersebut lebih lanjut, dirinya konfirmasi kepada pihak BAN-PNF dengan nomor telepon yang asli, ternyata memang tidak pernah ada kegiatan seperti itu. Dan berharap hal itu diinformasikan kepada yang lain. Ternyata, beberapa rekan sesama Kepala SKB, sedikitnya ada 8 Kabupaten yang menerima surat yang sama. “Syukurlah, upaya penipuan ini tidak sampai terjadi, dan kami akan lebih hati-hati ketika berhubungan dengan berbagai persoalan administrasi dan keuangan, seperti itu. Dan saya berharap ini pelajaran bagi saya dan masyarakat semua untuk tidak percaya begitu saja dengan segala bentuk penipuan,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )