News Room, Kamis ( 22/11 ) Kekejaman yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina, terus mendapat perhatian dari sejumlah kalangan warga di Kabupaten Sumenep. Kali ini, sekitar 400 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), di Kecamatan Kota setempat, Kamis (22/11) pagi, menggelar aksi simpatik untuk warga Palestina, korban kekerasan tentara Israel. Aksi diawali dengan sholat ghaib berjamaah, untuk mendoakan warga Palestina yang meninggal dalam serangan tentara Israel. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi untuk Palestina. “We love Palestine. Save Palestine. Stop war !”. Setelah itu, sejumlah siswa meluncurkan “rocket” air, sebagai simbol untuk menghancurkan tentara Israel. Ketua Yayasan Al-Hidayah, Rimbun Hidayat, menjelaskan, aksi simpatik ini sebagai simbol kepedulian terhadap warga Palestina akibat kekejaman tentara Israel, yang sebagian besar korbannya adalah anak-anak dan kaum ibu. “Kami prihatin dengan kondisi di Palestina. Makanya, kami mengajak para siswa di SDIT dan SMPIT ini, untuk shalat ghaib dan berdoa bersama, terhadap para warga Palestina yang menjadi korban tentara Israel,”kata Rimbun, Kamis (22/11). Selain itu, pihaknya juga merancang penggalangan dana untuk Palestina, yang dimulai dari internal yayasan melalui tangan siswa. “Kotak sumbangan sudah kami siapkan, yang dibawa keliling oleh para siswa dan diedarkan ke para siswa dan guru,”terangnya. Rimbun mengungkapkan, dana hasil penggalangan itu akan diserahkan pada Komite Nasional untuk Rakyat Palestina di Jakarta, yang akan berangkat sebagai sukarelawan di Palestina. Penggalangan dana untuk Palestina tersebut sementara dilakukan di kalangan intern Yayasan. Namun, kedepan rencananya penggalangan dana juga akan dilakukan bagi masyarakat umum di sekitar Taman Bunga Sumenep. ( Nita, Esha )