Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-04-2019
  • 610 Kali

Siswa MI Al-Islah Desa Kropoh Masih Trauma Kejadian Gempa

Media Center, Jumat ( 05/04 ) Gempa bumi yang melanda wilayah Kepulauan Raas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep dengan kekuatan 4,9 Skala Richter (SR) pada 2 April lalu memiliki dampak trauma tersendiri bagi masyarakat setempat. Seperti halnya yang dirasakan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Islah Desa Kropoh yang menyebabkan kerusakan bangunan, sehingga puluhan siswa di Kecamatan tersebut enggan belajar di dalam ruang kelas.


Kepala MI Al-Islah, Imam Kafrawi mengungkapkan, siswa-siswinya masih belum mau belajar di dalam kelas, sehingga terpaksa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilangsungkan di luar kelas di bawah pohon rindang.

“Kami memaklumi, karena siswa masih trauma dengan kejadian gempa pada 2 April lalu, saat KBM berlangsung di kelas,” ungkap Imam Kafrawi.

Diakui Imam, agar siswa tetap bisa mengenyam pendidikan, pihak sekolah terpaksa menyesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan tempat seadanya. Sebab, menurut Imam, kondisi gedung sekolah tidak hanya retak. Namun, kondisinya memang cukup memprihatinkan, dan kami memilih aman agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

“Kami harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada, meskipun harus berpindah-pindah untuk menghindari terik matahari,” tandasnya.

Sementara itu, sesuai catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak tanggal 2 hingga 3 April 2019 gempa bumi di wilayah Raas sudah terjadi 14 kali. Dan MI Al-Islah merupakan salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Raas yang mengalami kerusakan, akibat gempa bumi tersebut. ( Ren, Esha )