Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-08-2007
  • 1915 Kali

Sikapi Krisis Multidimensi, Perlunya Wawasan Kebangsaan

Sumenep-Kominfo News Room : Menyikapi krisis multidimensi, perlunya mengedepankan wawasan kebangsaan terhadap sejumlah agamawan muda lintas agama, agar tercipta perdamaian sesama umat serta mempererat sendi-sendi persatuan dan kesatuan anak bangsa. Wakil Kepala Bakesbang Propinsi Jatim, Zaenal Muhtadien, SH, MM saat seminar peningkatan wawasan kebangsaan bagi agamawan muda se Jatim di Hotel Utami, Kamis (23/8) mengatakan, sebagai generasi muda yang berprofesi sebagai penyuluh agama wajib memahami pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengekspresikan dalam sikap dan keteladanan. Karena dengan demikian, akan mampu menjaga suasana yang kondusif, aman, dan damai serta mampu merapatkan barisan bersama sama komponen bangsa dan elemen masyarakat lainnya dalam mengantisipasi hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan gejolak sosial politik bahkan menjurus ke arah disintegrasi bangsa. Bangsa Indonesia harus mampu memposisikan diri sebagai bangsa yang sejajar dengan bangsa lain dan penyadaran kepada warga masyarakat terhadap arti pentingnya kehidupan bersama atas dasar persamaan hak dan kewajiban pada hukum. “Kita tidak boleh merasa lebih tinggi kedudukannya dari bangsa lain atau sebaliknya. Karena itu, nilai-nilai wawasan kebangsaan tetap harus disosialisasikan agar masyarakat memahami makna dan hakekat kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. Saat ini, bangsa menghadapi suatu situasi dan kondisi yang menyebabkan melemahnya ikatan persaudaraan dan kesatuan bangsa yakni, kondisi tarik menarik antara kekuatan sentripetal (yang mengikat dengan kekuatan yang setrifugal (yang memecah) terhadap pahan kebangsaan dan NKRI. Berbagai fenomena yang dapat dilihat dan dirasakan, mengindikasikan bahwa wawasan kebangsaan mengalami pendangkalan dan erosi pemahaman. Isu putra daerah, konflik horisontal yang bernuansa SARA, konflik vertikal, nafsu pemanfaatan hasil sumber daya alam yang cenderung tidak mempedulikan kepentingan Nasional, eforia reformasi/demokrasi yang berakses egoisme/penonjolan kepentingan pribadi atau kelompok dan kesibukan mengejar kenikmatan sesaat yang meminggirkan perlunya perenungan dan mawas diri dalam rangka berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Secara geografis, luas wilayah Indonesia 9,8 juta km2 dengan 17.499 pulau dan kepulauan. Indonesia berada pada posisi silang antar dua benua yakni Australia dan Asia, di apit dua lautan Samudra Pasifik dan Hindia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jiwa dengan 525 suku bangsa dan kaya dengan sumber daya alam. Sementara wilayah RI berbatasan dengan Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, sedangkan potensi Jatim dengan jumlah penduduk kurang lebih 36.742.411 jiwa, luas wilayah daratan 47.157.70 km2 dan laut seluas 110.000 km2, jumlah pulau-pulau kecil mencapai 84 buah. ( JNR, Soek )