Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-07-2013
  • 635 Kali

Sidang Isbat Awal Ramadhan Akan Digelar 8 Juli 2013

News Room, Rabu ( 03/07 ) Kementerian Agama (Kemenag) sudah menetapkan bakal menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1434 Hijriyah/2013 Masehi, pada hari Senin 8 Juli 2013 nanti. Jika pada malam itu, tim pemantau rukyat dapat melihat hilal atau bulan sabit, artinya pemerintah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Selasa, 9 Juli 2013. Sebaiknya, jika hilal tidak terlihat, 1 Ramadhan dimulai Rabu, 10 Juli 2013. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Jamil menerangkan, pemerintah menggelar Sidang Isbat mengacu pada 2 pertimbangan. “Yakni pertimbangan hisab (perhitungan bulan), dan pertimbangan rukyat (pengamatan bulan),”kata mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang itu kemarin (02/07). Dia menjelaskan, Sidang Isbat tersebut diikuti anggota Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kemenag yang diketuai Menteri Agama. Jamil menambahkan, pemerintah menggunakan 2 pertimbangan itu untuk mengakomodasi keyakinan ummat Islam. “Kita tidak mempertimbangkan ormas, tetapi murni mempertimbangkan umat,”tegasnya. Dalam pertimbangan hisab atau perhitungan, sudah bisa diprediksi, 1 Ramadhan jatuh pada Selasa pekan depan. Ormas Muhammadiyah, yang selalu menggunakan pertimbangan hisab untuk menentukan kalender Islam, termasuk 1 Ramadhan dan 1 Syawal, sudah menetapkan bahwa awal puasa jatuh pada 9 Juli 2013. Jamil menegaskan, Sidang Isbat yang dihelat pemerintah tidak hanya menetapkan 1 Ramadhan berdasar hisab, tetapi juga rukyat. Jadi, pemerintah belum menetapkan 1 Ramadhan sebelum hasil sidang isbat keluar. Jamil menegaskan bahwa pada 8 Juli nanti Tim Rukyat disebar semua Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag di seluruh Propinsi di Indonesia. Upaya itu diambil supaya akurasi memantau atau melihat hilal bisa dipertanggung jawabkan. Seandainya nanti 1 Ramadhan digelar berbeda di Indonesia, Jamil menuturkan, masyarakat harus bisa menjaga persatuan atau ukhuwah. Kepada para tokoh agama, Jamil meminta tidak malah memperuncing perbedaan penetapan 1 Ramadhan ini. Sebaiknya, dia mengharapkan para tokoh agama seperti dai dan lainnya menyambut Ramadhan dengan penuh khidmat dan rasa persatuan. Ketua Komisi VIII (Bidang Keagamaan) DPR, Ida Fauziyah mengatakan, perbedaan penentapan hari-hari besar Islam di Indonesia tidak hanya terjadi tahun ini. “Fenomena ini sudah sering terjadi, jadi tidak perlu diperdebatkan,”ujarnya. Yang terpenting baginya adalah masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Seperti ramai diberitakan, penetapan 1 Ramadhan tahun ini di Indonesia bakal memunculkan 2 versi. Pihak Muhammadiyah sudah memastikan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada 9 Juli. Sementara itu, hampir bisa dipastikan, pemerintah dan Nadlatul Ulama (NU) memulai 1 Ramadhan pada 10 Juli 2013. Meskipun pada penentuan 1 Ramadhan ada perbedaan, 1 Syawal atau Lebaran nanti diprediksi bakal serentak pada 8 Agustus 2013. ( JP, Esha )