Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-03-2009
  • 409 Kali

Siapkan Rp 4 Miliar Untuk Renovasi Pasar Anom Sumenep

News Room, Kamis ( 19/03 ) Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Sumenep, dan Tim Anggaran (Timgar) Pemerintah Kabupaten, sepakat mengganggarkan dana awal renovasi Pasar Anom Baru sebesar Rp 4 miliar. Untuk itu, Pemkab Sumenep mulai membuka kesempatan kepada investor untuk membangun Pasar Anom Baru (PAB) yang akan diubah menjadi pasar semi-modern. Asisten Keuangan dan Pembangunan Setdakab Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si mengatakan, sesuai kesepakatan dengan Panggar DPRD, tahun ini pihaknya memang akan memulai renovasi Pasar Anom Baru. “Perencanaan renovasi PAB itu, seluruhnya akan dilakukan oleh Pemkab Sumenep. Sedangkan pembangunannya, bisa dilaksanakan pihak ketiga atau diserahkan kepada investor. Untuk itu, Pemkab membuka kesempatan bagi investor yang tertarik, untuk membangun PAB dengan format baru,” kata H. Djasmo, pada wartawan, Kamis (19/3/2009). Untuk sementara menurut H. Djasmo, konsep pasar semi-modern yang disepakati bersama Panggar DPRD, adalah pasar dengan bangunan dua lantai. Oleh karenanya, akan disiapkan dana Rp 4 miliar sebagai biaya perencanaan, yang diambil dari dana APBD 2009. “Renovasi PAB sebagai pasar semi-modern direncanakan tuntas pada tahun 2010, dengan status proyek berkelanjutan atau proyek multi years,” ujarnya. Sementara itu, Anggota Panggar DPRD Sumenep, A. Raud Faiq Jakfar, menerangkan, renovasi tersebut akan bersifat menyeluruh, karena diformat untuk menjadikan Pasar Anom Baru sebagai pasar semi-modern, bukan lagi pasar tradisional seperti sekarang ini. “Renovasi tidak hanya untuk membangun kembali bangunan pasar yang terbakar pada Oktober 2007 lalu, melainkan secara menyeluruh, Rencananya, pasar yang baru nantinya berupa bangunan dua lantai,” katanya. Raud berharap, dalam pembangunan hingga pengelolaan PAB ini bisa dikerjakan satuan kerja saja, dengan tidak diserahkan kepada investor. “Renovasi ini merupakan salah satu proyek yang bersifat berkelanjutan. Diperkirakan, awal dana yang dibutuhkan pada kisaran Rp 20 miliar hingga Rp25 miliar, dan ditargetkan selesai pada 2010,” ungkapnya menambahkan. ( Nita, Adjie)