News Room, Selasa ( 16/07 ) Untuk memberikan kemudahan bagi warga Kepulauan Sumenep saat lebaran nanti, Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyiapkan mudik dan balik gratis melalui jalur laut. Program pro poor dari Pemprop Jatim ini ada tiga trayek, diantaranya dari Surabaya ke Masalembu, Banyuwangi ke Sapeken dan Kalianget ke Kangean. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Hery Koentjoro Pribadi melalui Kabid Perhubungan Laut dan Udara, Chaironi Argoto mengatakan, hasil koordinasi Pemkab Sumenep dengan Pemprop Jatim, ada tiga trayek untuk Kabupaten Sumenep, diantaranya trayek Surabaya-Masalembu, pada tanggal 2, 6, 9, dan 11 Agustus 2013, dan dari Masalembu-Surabaya, tanggal 3, 7, 10 dan 12 Agustus 2013. “Dari Banyuwangi-Sapeken, tanggal 3, 5, 7, 10 dan 12 Agustus 2013 dan dari Sapeken-Banyuangi,tanggal 4, 6, 9, 11 dan 13 Agustus 2013. Dari Kalianget-Kangean, tanggal 3, 5, 7, 10 dan 12 Agustus, dari Kangean-Kalianget, tanggal 4, 6, 9, 11 dan 13 Agustus 2013,”kata Argoto dikantornya, Selasa (16/07). Program tersebut, lanjut Argoto, diutamakan bagi warga kurang mampu, seperti pembantu rumah tangga, karyawan, buruh, PNS golongan 1 dan 2, serta tenaga honorer. Pendaftarannya dijadwalkan mulai tanggal 15 Juli 2013 ini hingga jadwal pemberangkatan kapal. “Pendaftaran sudah dimulai. Tempat pendaftarannya di sejumlah Syahbandar, seperti Kalianget, Kangean, Masalembu, Kangean, Tanjung Perak Surabaya dan Banyuwangi,”terangnya. Ia mengungkapkan, syarat pendaftaran mudik dan balik gratis ini hanya dengan membawa foto kopi KTP (Kartu Tanda Penduduk), Kartu Keluarga (KK) dan nomor HP yang bisa dihubungi. Mudik dan balik gratis itu memprioritaskan penumpang dan barang bawaan seberat 20 kilogram. “Ketentuannya hanya untuk orang plus barang seberat 20 kilogram. Sedangkan sepeda motor tidak diperkenankan dimuat,”ujarnya. Kapal yang akan digunakan untuk mudik dan balik gratis ke Masalembu adalah KM Minta Abadi, untuk kapal ke Kangean adalah KM Berkat Abadi dengan kapasitas 150 orang untuk penumpang, ditambah petugas. “Kapasitas kapal yang akan digunakan 150 orang penumpang. Diharapkan, para calon penumpang bisa melihat kapasitas kapal. Kalau kapal sudah tidak memungkinkan untuk mengangkut penumpang lebih banyak lagi, warga harus bisa lebih bersabar menunggu jadwal pemberangkatan berikutnya,”ungkapnya. ( Nita, Esha )