Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-05-2009
  • 1105 Kali

“Sex Education” Perlukah Diberikan Di Sekolah ?

News Room, Rabu ( 20/05 ) Pendidikan seks masih dianggap sebagai hal yang tabu. Bahkan, banyak orang tua kurang bijaksana dalam memberikan penerangan yang jujur dan terbuka tentang seks kepada anaknya, sehingga banyak remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas yang berakibat pada kehamilan diluar nikah, hingga penyakit menular, seperti HIV/AIDS. Hal tersebut diungkapkan Fakeh Udin, S.Pd, yang juga Ketua Panitia Seminar Nasional “Sex Education : Perlukah Diberikan Di Sekolah?”. Menurutnya, untuk memenuhi tingkat keingin tahuan tentang seks ini, pihaknya akan menggelar seminar yang akan dilaksanakan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) yang bekerjasama dengan Merah Putih Community, pada minggu (24/05) di Gedung KORPRI Sumenep. Dengan mendatangkan nara sumber, Tika Bisono, S.Pi, M.Si, konsultan dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Sementara itu, Pembina Seminar Nasional, H. Nurul Hamzah, M.Pd mengungkapkan, jika pembelajaran seks bagi siswa sekolah sangat penting dilaksanakan, agar siswa dapat lebih mengetahui berbagai persoalan seks yang bisa dimasukkan dalam berbagai pembelajaran di sekolah. Misalnya, bisa dimasukkan pada bidang mata pelajaran Agama dan berbagai model kurikulum normatif lainnya. Sebab selama ini dalam mata pelarajaran yang ada belum menyentuh secara konstruktif. Karena itu, dengan adanya Seminar Nasional “Sex Education”, setidaknya nanti dapat memunculkan rekomendasi tentang penting tidaknya masuk persoalan seks itu dimasukkan dalam kurikulum. “Bukannya melakukan pembelajaran seks secara vulgar bagi siswa, namun bagaimana mereka memiliki filter terhadap persoalan seks. Sebab selama ini banyaknya persoalan seks bagi remaja, karena kurangnya pengertian terhadap seks itu sendiri,”ujar H. Nurul Hamzah. Diharapkan dengan masuknya pembelajaran tentang seks kepada siswa akan membuat mereka lebih mengerti dan menghindari bahaya seks, perilaku seks sebelum waktunya, perilaku seks menyimpang, dan berbagai persoalan seks lainnya. ( Ren, Esha )