Sumenep-Kominfo News Room : Pemerintah daerah serukan masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan pemberantasan buta aksara, pasalnya data penyandang buta akasara untuk Kabupaten Sumenep mencapai ribuan orang. Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siradj, SE. MM. Pada cara Sosialisasi Percepatan Pemberantsan Buta Aksara di Gedung Korpri, Selasa pagi (31/07) mengatakan, pihaknya sedih dan tidak percaya manakala hingga kini masih ada masyarakat yang belum melek aksara. Berdasarkan data BPS Sumenep, penyandang buta aksara pada tahun 2006 sebanyak 20.700 orang, padahal perkembangan dunia pendidikan utamanya didaerah pedesaan mulai berkembang pesat. Pondok pesantren yang semula hanya berkutat terhadap pembelajaran Al-Qur’an semata, saat ini pondok pesantren sudah mulai mengembangkan lembaga pendidikan formal. Bupati berharap, masyarakat yang belum bisa baca tulis hendaknya mengikuti program pemerintah dalam memberantas buta aksara, sebab setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan. Namun yang terpenting sebagai umat beragama utamanya umat muslim wajib hukumnya menuntut ilmu. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Moh. Ra’is, S.Pd. M.Si. menambahkan, pemerintah daerah tahun ini melalui dana APBN, APBD Propinsi dan APBD Daerah akan menggarap masyarakat buta aksara sebanyak 5.806 orang dari 10.000 orang penyandang buta aksara yang pelaksanaannya nanti Dinas Pendidikan akan bekerja sama dengan organisasi sosial masyarakat dan organsiasi keagamaan. ( Yasik, Soek )