News Room, Sabtu (11/10) Warga Desa Kaduara Timur, geger dengan ditemukannya sesosok mayat laki-laki di perairan perbatasan Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, dengan Desa Kaduara Barat Kabupaten Pamekasan. Mayat kali pertama ditemukan nelayan setempat, sekitar pukul 11.30 WIB, dengan kondisi terapung. Karena merasa takut, akhirnya warga melaporkannya kepada aparat kepolisian. Petugas Polres Sumenep yang mendapat laporan langsung menuju ke tempat kejadian perkara bersama Satpolair Kalianget. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin, menerangkan, mayat yang kondisinya sudah membusuk dan sulit dikenali itu baru berhasil dievakuasi sekitar 3 jam. Sebab, aparat harus menempuh perjalanan sejauh 1 kilo meter dari bibir pantai menuju lokasi ditemukannya mayat, karena pada saat itu air laut sedang surut. “Butuh waktu lama untuk evakuasi korban, hampir 3 jam lebih. Ya, kita harus betul-betul bersabar,â€Âkata Mualimin, kepada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumharjo, Sumenep, Sabtu (11/10). Ia mengaku tidak bisa mengidentifikasi korban, karena kondisi mayat sulit dikenali. Hanya saja, aparat bisa mencacat ciri-ciri korban, yakni memakai kaos kaki, baju dan celana warna hitam ukuran 34, ikat pinggang warna hitam dengan timangan (kepala ikat pinggang) cap topi, dan celana dalam hitam merk crocodile. “Kondisi mayat sulit dikenali. Wajah, dada, perut dan muka hancur terkelupas,†terangnya. Diduga mayat sudah cukup lama terapung dan saat ini langsung di larikan ke RSD Dr. H. Moh. Anwar, jalan dr. Cipto Sumenep. Mualimin menambahkan, untuk mengindentifikasi korban, Polres sudah meminta bantuan Tim Forensik dari Polda Jatim. Sebab, Polres Sumenep tidak mempunyai sarana untuk melakukan tes laboratorium DNA korban. “Makanya kami langsung koordinasi dengan Polda Jatim,†ujarnya. Karena itu, pihaknya berharap kepada masyarakat yang merasa kehilangan sanak saudaranya, untuk secepatnya mendatangi RSD Sumenep maupun ke Polres Sumenep. ( Nita, Esha )