Sumenep- Infokom News Room : Hari Raya Ketupat atau Tellasan Topa’ yang berlangsung Kamis, (10/11) ternyata memakan korban. Seorang bocah, tewas kecebur kolam renang Srikandi yang berlokasi di Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep, sekitar pukul 14.30 WIB. Kapolsek Kota Sumenep, AKP Arifaini saat dikonfirmasi News Room Jum’at, (11/11) menjelaskan, korban Samim Sarkasih Putra (11 tahun ) warga Desa Perumahan Batuan, tewas kecebur kolam renang Srikandi, yang dimungkinkan karena kecapean, sehingga tidak mampu untuk berenang kembali. Arifaini menerangkan, korban ditemukan tewas oleh seorang petugas kolam renang Srikandi, yang mengetahui korban tidak muncul kembali setelah menceburkan diri ke kolam renang. Sehingga, petugas kolam renang tersebut secara langsung menceburkan diri ke kolam. Mengetahui kejadian tersebut, pemilik kolam renang Srikandi langsung melaporkan ke Polsek Kota. Dengan adanya laporan itu, anggota Polsek langsung meluncur ke TKP, namun sesampainya di TKP, korban sudah berhasil di evakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Dr. H. Moh. Anwar Sumenep dengan menggunakan mobil Jeep milik pengunjung kolam renang. Sayangnya, korban tidak berhasil diselamatkan, dan setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Arifaini juga menjelaskan, korban diperkirakan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, karena pada saat di evakuasi dari kolam renang, nadi korban masih berdenyut. Setelah dinyatakan meninggal dunia, korban langsung di pindahkan ke ruang jenazah, untuk dilakukan visum luar, sambil menunggu keluarga korban yang dihubungi oleh pemilik kolam renang Srikandi. Korban berenang bersama kakak kandungnya. Arifaini menambahkan, berdasarkan pengakuan dari dokter dan keluarganya, korban memang mengidap penyakit Epylepsi atau ayan, sehingga dimungkinkan pada saat mandi, penyakit korban kambuh. Namun, Arifaini menyatakan, pihak keluarga korban menerima atas kematian tersebut, bukan karena kesalahan pemilik kolam renang. ( Nita,Im )