Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-01-2007
  • 708 Kali

SEORANG BOCAH DIBANTAI BAPAK KANDUNGNYA SENDIRI

Sumenep-Kominfo News Room : Seorang bocah berusia 7 tahun bernama Asniwi, terpaksa harus tewas ditangan bapak kangdungnya sendiri. Peristiwa berdarah itu terjadi Minggu kemarin (07/01) sekitar pukul 13.00 WIB di Dusun Campalok Desa Belluk Ares Kecamatan Ambunten. Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Budiono Sandi, SH melalui Kasat Reskrim AKP Mualimin mengungkapkan, berdasarkan hasil lidik di Tempat Kejadian Perkara (TKP), setelah Hasan (31) warga setempat, yang tidak lain adalah bapak korban dibawa ke RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, aparat menemukan sebilah celurit yang masih berlumuran darah. Karena, pada saat peristiwa itu terjadi, tidak ada orang selain korban bersama bapaknya yakni Hasan, maka aparat langsung mendatangi Hasan ke rumah sakit, untuk melakukan interogasi dengan merekam hasil interogasi tersebut. Mualimin menandaskan, ketika dimintai keterangan, ternyata Hasan mengaku bahwa yang telah membunuh anaknya adalah dirinya sendiri, karena jengkel dengan rengekan korban yang selalu meminta makan, tapi tidak mau disuruh minta makan ke ibunya, padahal sudah diingatkan untuk pergi ke ibunya. Lama kelamaan, ketika interogasi masih berlangsung, Hasan kembali menyatakan, bahwa peristiwa itu terjadi pada saat dirinya sedang stress, alasannya dirinya khawatir dan takut orang yang dijagokan dalam Pemilihan Kepala Desa akan kalah, sehingga hal itu terjadi. Namun, ketika ditanyai siapa yang menikam bapak, Hasan mengakui dirinya sendiri yang menancapkan celurit itu, karena merasa malu telah membunuh anak kandungnya sendiri. Mualimin menjelaskan, sesuai dengan keterangan yang ada, peristiwa itu terjadi bermula dari korban sekitar pukul 11.00 WIB baru pulang dari sekolahnya. Kemudian korban minta makan kepada Hasan, bapak kandung korban. Sehingga, Hasan mendatangi istrinya yang pada saat itu sedang membantu bikin kue di rumah tetangga yang datang haji, dengan mengatakan anakmu minta makan, karena itu ibu korban langsung bergegas pulang. Namun, ditengah perjalanan Hasan menyuruh istrinya untuk kembali lagi untuk membantu tetangga itu. Berselang 30 menit kemudian, ibu korban kekurangan alat masak, akhirnya temannya disuruh mengambil alat masak itu dirumahnya. Mualimin menandaskan, sesampainya dirumah korban, ternyata tidak ditemukan seorangpun, sehingga ia bergegas ke rumah saudara kandungnya Hasan bapak korban. Namun, setibanya di sebuah kamar dirumah saudaranya Hasan, ia melihat tubuh korban sudah terbujur kaku dengan luka robek dibagian perut dan usus terburai, dan Hasan juga mengalami luka robek di perut bagian kiri, tapi tidak tewas. Sehingga, Hasan dilarikan ke Rumah Sakit Dr. H. Moh. Anwar Sumenep.( Nita, Esha )