Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-08-2008
  • 574 Kali

Seniman Klop’S Idamkan Jalan Malioboro Sumenep

News Room, Selasa ( 26/08) Perkembangan seni di Kabupaten Sumenep terkesan berjalan stagnan, khususnya seni rupa. Hal ini disebabkan kurangnya minat masyarakat terhadap seni rupa, dan minimnya event-event seni rupa sabagai sarana sosialisasi. Ungkapan itu disampaikan Koordinator Pameran Seni Rupa, Suripto Hadi, ketika ditemui di arena pameran, di Gedung Beringin di jalan Panglima Sudirman Sumenep beberapa waktu lalu. Selanjutnya Suripto mengatakan, untuk masyarakatkan seni rupa, tidak hanya melalui pagelaran insidentil sepeti ini. Perlu adanya dukungan pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sebab, seni rupa merupakan aset budaya Sumenep, sehingga kegiatan berseni rupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Di lain pihak, Ketua Klop’s Sumenep, Sumantri, di tempat yang sama mengungkapkan, sebagai komunitas seni khususnya seni rupa, Klop’s (Kelompok Perupa Sumenep), sejak kelahirannya di era 90-an telah mencoba mempertahankan eksistensi seni rupa di Kabupaten Semenep, termasuk pameran lukisan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-63 tahun 2008 yang berahir 24 Agustus lalu. “Seniman Klop’s mendambakan adanya sebuah Bengkel Seni sebagai pusat pengembangan para seniman perupa. Bahkan, diharapkan Sumenep memiliki areal seni seperti di Jalan Malioboro Jogjakarta yang merupakan surganya para seniman,” kata Mantri sapaan akrabnya. Sumantri manambahkan, sudah saatnya perupa Sumenep mengubah image bahwa seni rupa tidak hanya menaikkan budaya-budaya lokal ke kanvas lukis, tetapi bisa lebih dari itu, termasuk penggunaan peralatan lukis yang bisa mengikuti era global yang sedang berjalan. Selain itu, arena seni rupa tak hanya untuk kalangan tua. Artinya Sumantri juga mengajak kalangan tua dan muda untuk berkarya dalam seni rupa. Ini dibuktikan, pada event pameran kali ini, panitia dan Klop’s juga menampilkan 4 karya lukis karya pelukis cilik Eka Ade Safitri. “Dengan adanya pelukis cilik seperti Eka, kami juga mengajak yang lain untuk berekpresi. Dengan begitu, perkembangan seni rupa di Kabupaten Semenep bisa terus berjalan, dan nantinya akan lahir seniman-seniman baru sebagai regenerasi dalam proses berkesenian di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. ( Gun,Adjie )