News Room, Senin ( 26/07 ) Masyarakat kepulauan Sapeken selalu tampak bersemangat menjelang kegiatan lomba dalam rangka hari-hari besar, seperti halnya peringatan Agustusan pada 2010 ini. Disamping memeriahkan dengan berbagai lomba olahraga dan sebagainya, kegiatan tradisional juga tidak lepas untuk dilombakan. Utamanya yang kental dengan berbagai lomba yang bersifat kebaharian. Salah seorang tokoh kepulauan Sapeken, Nur Asyur mengaku, masyarakat kepulauan Sapeken tidak ingin ketinggalan dengan peringatan Agustusan, yang memang dimulai lebih awal, karena terbentur dengan bulan Ramadhan, sehingga semangat berlomba terus menjadi motivasi bagi masyarakat setempat. “Minggu kemarin saya ikut membuka kegiatan lomba perahu layar dapel yang dilaksanakan di dermaga Kecamatan Sapeken, yang diikuti belasan perahu nelayan yang sehari-hari dipergunakan untuk mencari ikan,â€ujar Nur Asyur. Dijelaskan, para nelayan dalam lomba perahu layar dapel ini merupakan kegiatan lomba andalan karena mempertaruhkan segala tenaga, pikiran dan keahlian nelayan dalam menggunakan layar. Sebab, bila musim angin seperti sekarang ini bagi nelayan yang lihat melihat arah angin kecepatan perahu bisa melebihi kecepatan speed boad. Tampil sebagai pemenang, perahu layar Kamila dengan kemudi P. Nining, dan perahu layar Rudal dengan kemudi Malik harus rela diposisi kedua. Dalam kegiatan lomba yang mengambil rute dermaga dan berputar di pulau Salarangan dan kembali ke Dermaga Sapeken itu hampir disetiap pesisir pantai ramai masyarakat yang menonton. “Bahkan, hari ini, Senin (26/07) akan dilaksanakan lomba dayung sampan dan renang. Yang jelas, kegiatan lomba kebaharian ini tidak lepas dilaksanakan setiap momentum seperti Agustusan sekarang ini,â€tambah Nur Asyur. Sedangkan kegiatan lomba berupa lomba olahraga lainnya, seperti sepak bola mini yang seluruh pemain kesebelasan anak dibawah usia 10 tahun, tidak hanya digelar pada saat kegiatan lomba hari-hari besar. Namun juga seringkali dilaksanakan kegiatan masyarakat setempat yang punya hajatan, seperti mantenan dan sebagainya. Selain lucu, menarik dan asik ditonton, para orang tua dan keluarganya menjadi supporter. Bahkan fanatiknya lebih dari supporter sepak bola orang dewasa. Terkadang dari terlalu ambisinya untuk menjadikan anaknya juara, para orang tua rela membelikan keperluan anaknya dengan barang-barang yang mahal, seperti kaos seragam, sepatu dengan merek berkwalitas. ( Ren, Esha )