Sumenep-Kominfo News Room : Semangat otonomi daerah dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur pemerintah harus berjalan sinergis dalam menjalankan roda pemerintahan yang amanah. Artinya, aparatur pemerintah tidak lagi minta dilayani masyarakat, tetapi harus dapat memberi pelayanan yang baik tanpa pamrih. “Keselarasan antara dua komponen ini akan memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam mendukung laju dan gerak pembangunan sehingga lebih bersifat dinamis� kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soenarjo, M.Si saat memimpin apel bulanan di halaman Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Senin (17/04) kemarin. Dikatakannya, otonomi daerah yang dilaksanakan sekarang sesuai dengan makna filosofi dan tujuan dalam arti yang sebenarnya. Maksudnya, sebagai salah satu instrumen penguat dan perekat bangsa sebagai kesiapan kita guna menyongsong pelaksanaan pasar bebas. “Bukan malah sebagai pemicu disintegrasi bangsa� tegasnya. H. Soenarjo juga menyampaikan, bahwa pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang berakibat tidak ada lagi batasan ruang dan waktu, sehingga peradaban dan perkembangan suatu bangsa cepat menyebar kebelahan dunia lainnya. Informasi dari berbagai negara baik itu bersifat positif maupun negatif dapat diketahui dengan begitu mudah, sehingga dikhawatirkan hal tersebut mempunyai efek negatif yang mempengaruhi jiwa dan karakter generasi penerus kita. Langkah antisipasi untuk meredam efek tersebut, menurutnya adalah dengan memperkokoh pemahaman dan penanaman nilai budaya luhur bangsa kita melalui kegiatan-kegiatan positif, seperti memperbanyak frekuensi pementasan jenis-jenis kesenian tradisional, penanaman budi pakerti di lingkungan keluarga, terutama di bangku sekolah serta pemahaman nilai-nilai keagamaan. H. Soenarjo berharap, pada bulan April ini hendaknya kita mampu me-review (mengulang) kembali jasa-jasa RA. Kartini yang mampu membawa kemajuan kaum wanita Indonesia. “Saya yakin dengan meneladani semangat dan perjuangan RA. Kartini itu akan lahir Kartini-Kartini baru yang mampu menjadi partner dan bersinergi dengan kaum pria dalam mengisi dan melanjutkan perjuangan,� ujarnya. Kesamaan pandang antara kaum pria dan wanita diharapkan mampu membawa semangat para birokrat untuk mewujudkan suksesnya pelaksanaan pembangunan di daerah. ( Info Jatim, Esha )