Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-11-2011
  • 535 Kali

Semalam Di Keraton Sumenep, Tampilkan Seni Dan Budaya

News Room, Selasa ( 31/10 ) Untuk melestarikan kebudayaan lokal dari gerusan globalisasi, Senin malam (31/10), Pemerintah Kabupaten Sumenep pada acara Semalam di Keraton memperingati Hari Jadi ke 742 Kabupaten Sumenep tahun 2011, menampilkan sejumlah seni dan budaya masyarakat. Seni dan budaya yang memeriahkan acara tersebut, diantaranya Musik Kerawitan Keraton, Sinden, Macopat, Penampilan (prosesi) Arya Wiraraja, Tari Muang Sangkal, Tari Ruddat Samman, Tari Rokat Ponai, Musik Gambus, dan Musik Tong-tong. Bupati menyatakan, Keraton Sumenep telah berumur lebih dari 200 tahun, tepatnya dibangun pada tahun 1198 Hijriyah, setelah Panembahan Sumolo selesai berperang dengan Blambangan dan selesai pada tahun 1.200 Hijriyah atau 1780 Masehi. Salah seorang arsitek pembangunan Keraton ini bernama Law Piango berkebangsaan China dan setelah meninggal dikebumikan di sekitar Asta Tinggi. Bahkan, konon yang mengepalai tukang saat pembangunan Keraton, yakni orang China, bernama Ka Seng An, yang kemudian nama tersebut menjadi nama Desa dimana dia dulunya tinggal, yakni Desa Kasengan. ”Keraton Sumenep dikenal juga sebagai Potre Koneng (Putri Kuning), karena di Keraton Sumenep pernah hidup seorang permaisuri Keraton yang bernama Ratu Ayu Tirto Negoro, yang memiliki kulit kuning bersih yang berasal dari negeri China. Untuk menghormati sang permaisuri, sampai sekarang atap keraton Sumenep diberi warna kuning cerah,”tegasnya. Bupati menyatakan secara umum, gaya arsitektur Keraton Sumenep merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Eropa, Arab, dan China. Gaya Eropa tampak pada pilar-pilar dan lekuk ornamennya, sedangkan gaya China bisa terlihat pada ukiran-ukiran yang menghiasi. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Drs. Amir Fauzi menyatakan, penampilan seni dan budaya lokal tersebut, untuk tetap mengeksiskan kekayaan seni dan kebudayaan masyarakat, sekaligus sebagai paket wisata, guna mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumenep. ( Yasik, Esha )