News Room, Rabu (05/12) Untuk menyelamatkan kebudayaan lokal, maka Dinas Pariwisata Kanupaten Sumenep menggagas agenda berupa pagelaran ludruk, yang dipusatkan di Lapangan Giling Kecamatan Kota Sumenep. Pagelaran tersebut, diwarnai oleh Kelompok Ludruk Sinar Putra, kegiatan tersebut ternyata disambut meriah oleh para penonton, karena alur cerita yang disajikan cukup menarik. Ketua Sinar Putra - Arnas mengatakan bahwa Ludruk ini sudah lama berdiri sejak tahun 1980. Arnas mengaku sangat bangga dengan adanya pagelaran yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata. Karena itu, pihaknya berharap, agar kegiatan semacam itu dijadikan agenda rutin tiap tahun. Hal itu dilakukan, untuk menyelamatkan kebudayaan Madura agar tidak hilang dan Raib dari induknya. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan , Drs. Ingkiat, Msi menjelaskan, pagelaran ludruk itu digelar, merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan kebudayaan khas sumenep, yang terancam punah. Namun Yang paling utama, tujuan kegiatan tersebut, untuk merekatkan kembali nasionalisme kebudayaan, seperti kebudayaan yang dilahirkan dari rahim Madura harus tetap dipertahankan dengan cara tidak terlena dengan kebudayaan Global. ( JuP-01, Soek )