Sumenep Kominfo News Room : Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, akhirnya Departemen Pendidikan Nasional menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dengan tujuan untuk memberikan otonomi yang seluas-luasnya kepada sekolah yang didorong keputusan partisipatif. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd ditengah-tengah kegiatan Lokarya Advokasi dan Replikasi MBS di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Rabu pagi (15/11). H. Moh. Rais menerangkan, salah satu pengembangan dalam manajemen berbasis sokalah ini, yakni terkait dengan bantuan pemerintah kepada lembaga pendidikan yang pada umumnya dalam bentuk block grand. Dengan block grand ini sekolah lebih efektif dan efisien dalam menggunakan anggaran dana untuk memenuhi kebutuhan dasar lembaganya. Pada tahun ini yang menerima bantuan baik dari pemerintah pusat dan daerah termasuk UNICEF dan Swakelola berjumlah 90 sekolah dan pada tahun 2007 seluruh lembaga pendidkan sudah melaksanakan MBS dengan menerapkan 5 prinsip dasar, seperti transparansi pengelolaan dana dan program. Namun yang terpenting kata H. Moh. Rais pihaknya sangat membutuhkan peran serta masyarakat untuk membangun pembangunan pendidikan. H. Moh. Rais menambahkan, yang menerima bantuan dana dari UNICEF tahun ini ada 2 gugus, yang berada digugus 5 Kecamatan Ambunten sebanyak 5 SD/MI dan gugus 6 Kecamatan Pragaan 6 SD/MI dengan total bantuan sebesar Rp. 443 juta lebih. Sedangkan bantuan yang berasal dari dana APBD 2006 berupa Diklat MBS bagi pengawas TK/SD sebesar Rp. 150 juta dan pelaksanaan study banding ke Magelang sebanyak 12 SD dengan dana sebesar Rp. 98 juta. ( Yasik, Esha )