Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-11-2013
  • 512 Kali

Sebesar Rp. 4,272 Milyar Untuk Program P3ISDA Di Sumenep

News Room, Rabu ( 20/11 ) Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Berantas Jawa Timur, Ir. Bili Pramono, MT mengakui Kabupaten Sumenep menjadi kecemburuan 3 Kabupaten lainnya di Madura, sehubungan dengan program pembangunan sumberdaya air di Sumenep tahun ini sangat besar, jika dibandingkan daerah lainnya di Madura. Hal tersebut diungkapkan Bili, pada kegiatan penyerahan Surat Perjanjian Kerjasama Program (SPKP) Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (P3ISDA) di depan Kantor Dinas PU Pengairan Sumenep, Rabu (20/11). Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Sumenep dapat dilaksanakan dengan bersinergi, sehingga sinergi yang dilakukan Kabupaten Sumenep dengan pusat selama ini dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang. “Ini berkat do’a dan kinerja yang profesional yang dilakukan para pejabat dan petani di Sumenep, sehingga mendapat kepercayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Heri Susanto, MT menjelaskan, kegiatan P3ISDA di Kabupaten Sumenep bertujuan untuk terlaksananya pemberdaya dan partisipasi masyarakat tani dalam kegiatan rehabilitasi irigasi kecil dan telaksananya rehabilitasi dan fungsi irigasi kecil. “Yang penting pula untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam terlaksanaya rehabilitasi dan fungsi irigasi kecil, sesuai kebutua dan berdasarkan prinsip kemandirian,”jelasnya. Kegiatan pembangunan dibidang kontruksi di Sumenep diutamakan pengerukan sedimen tanpa alat besar pada saluran pembawa dan pebuang, serta pasangan batu bata, berupa bronjong saluran perbaikan pada pembawa dan pembuang saluran, perbaikan bangunan air sadap, primer, sekunder dan tersier. Pelaksanaan P3ISDA tahun 2013 melalui APBD di Sumenep berupa perimaan bantuan untuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau Gabungan P3A, dengan bantuan sosial sebesar Rp. 175 juta per-Desa yang diterima dan dilaksanakan sendiri oleh HIPPA. Dengan lokasi 24 Desa/HIPPA dari 179 HIPPA yang ada di Sumenep dengan total anggaran Rp. 4,272 milyar. ( Ren, Esha )