Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-11-2011
  • 679 Kali

Sebanyak 9 Wanita Tuna Susila Ditangkap Satpol PP Sumenep

News Room, Rabu ( 23/11 ) Sembilan perempuan yang diduga Wanita Tuna Susila (WTS), ditangkap oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) Kabupaten Sumenep, di 3 rumah di Kecamatan Saronggi, Rabu (23/11) siang. Kesembilan WTS itu, berasal dari luar Pulau Madura. Mereka adalah Irma (22), Musriyati (35), Sulas (30), Lilis (21), dan Dewi (25), semuanya berasal dari Bondowoso. Kemudian, Lina (28), Novi (27), dan Nisa (29), ketiganya dari Situbondo, serta Lisa (31) dari Probolinggo. Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Drs. M. Kafrawi, S.Sos, M.Si menjelaskan, penangkapan terhadap WTS itu sangat sulit, karena pelingdungnya orang-orang kuat. “Untuk penangkapan Rabu ini, kami terpaksa menyewa seseorang menjadi pelanggan. Setelah dirasa umpan kena, kami langsung meluncur kelokasi dengan menggelar razia WTS di tiga rumah di Saronggi, yang diduga sebagai tempat mangkal WTS. Alhasil, kami menemukan sekaligus menangkap sembilan WTS,”kata Kafrawi, di Kantor Satpol PP Sumenep, Rabu. Dalam operasi tersebut, pimpinan Satpol PP Sumenep melibatkan personel Dinas Perhubungan dan anggota TNI dari Kodim 0827 Sumenep. “Rencananya, kami akan menyerahkan 9 WTS tersebut ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep untuk dibina. Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinsos,”terangnya. Sementara, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sumenep, Hj. Zainurul Qamari, SH, MH mengungkapkan, bagi 9 WTS yang tertangkap razia itu, pihaknya akan melakukan pembinaan dengan melibatkam Majelis Ulama Idonesia (MUI) dan Dinas Kesehatan setempat. “Perwakilan MUI tersebut, guna memberikan bimbingan mental. Sedangkan Dinkes, pemahaman seputar kegiatan yang dilakukan WTS terhadap dampak lingkungan,”ujarnya. Selanjutnya, kata Zainurul, para WTS tersebut akan dipulangkan ke kampung halamannya. “Nah, pemulangan WTS kali ini, ada pendamping. Setibanya di daerah asal, mereka diserahkan pada masing-masing keluarganya, disaksikan perangkat desa,”ungkapnya. ( Nita, Esha )