News Room, Rabu ( 26/11 ) Jika di tempat lain seperti Jakarta dan beberapa kota lainnya dalam memperingati Hari Guru pada 25 Nopember kemarin dengan cara libur, namun di Kabupaten Sumenep Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep melakukan upaya untuk memperjuangkan nasib ribuan guru mulai dari guru TK hingga SMA, untuk diajukan masuk database ke pusat. Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Joko Soengkono ketika ditemui di ruang kerjanya di SDN Pajagalan II Sumenep, Rabu (26/11), mengakui, bahwa pada hari H-nya, yaitu Selasa, 25 Nopember 2008 kemarin, pengurus PGRI Sumenep bersama PGRI Ranting Ambunten, melaksanakan syukuran dan pemantapan persyaratan untuk pengajuan masuk ke database bagi guru yang selama ini sudah mengabdi puluhan tahun, namun belum ada perbaikan nasib bagi mereka. “Kami tidak membeda-bedakan guru yang selama ini mengabdi sebagai tenaga pendidikan di lembaga pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, yang dibawah naungan Dinas Pendidikan maupun Departemen Agama. Yang penting kita berupaya berbuat sesuatu bagi mereka,â€Âtegas Joko. Dijelaskannya pula, dari 7.090 guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA dan MA, baik negeri maupun swasta se Kabupaten Sumenep, 4.070 berkas pengumpulan tahap II akan dikirim sore ini ke Jakarta. Sedangkan Tahap pertama sebanyak 4.020 berkas sudah dikirim 9 nopember 2008 lalu. Joko berharap, perjuangannya untuk para pahlawan tanpa tanda jasa ini, bersamaan dengan rejeki mereka, utamanya bagi mereka yang sudah mengabdi selama 25 tahun. Dan setidaknya bagi guru yang sudah mengabdi selama 5 tahun tetap diusulkan. Apa yang dilakukan pahknya tersebut tegas Joko, merupakan bentuk kepedulian secara suka rela. Jadi tidak ada pungutan biaya sepeser pun. Bahkan diakuinya, pengurus PGRI Sumenep masih mencari dana talangan untuk biaya pengiriman dan sebagainya. Nantinya apabila memang sukses, pihaknya yakin mereka akan rela menyumbangkan secara suka rela biaya yang sudah dikeluarkan PGRI. Ditanya, soal dasar mengajukan data itu menurut Joko sesuai PP. 43 tahun 2007 tentang pendataan tenaga sukarelawan untuk menjadi CPNS. Disamping itu menurut Kasek SDN Pajagalan II ini, pihaknya mendapat sinyal dari orang pusat, agar ada upaya usulan sebagaimana yang sudah dilakukan beberapa daerah lainya. Seperti Pacitan dan Ponorogo yang lebih dulu mengusulkan. ( Ren, Adjie )