Media Center, Selasa ( 18/07 ) Sebanyak 70-an atau sekitar 15 persen Jemaah Calon Haji (JCH) asal
Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang akan berangkat tahun ini
dinyatakan berisiko tinggi.
"Yang beresiko tinggi terbanyak karena punya riwayat penyakit diabetes dan hypertensi,”kata Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rifa’i Hasyim, Selasa (18/07).
JCH yang dinyatakan berisiko tinggi
karena berbagai faktor, diantaranya lanjut usia (lansia). Selain
karena faktor lansia, lanjut Rifa’i, ada juga JCH memiliki riwayat
penyakit, sehingga masuk kategori berisiko tinggi, seperti memiliki
penyakit diabetes dan hypertensi. Jumlahnya lumayan banyak.
“Kalau
jemaah yang memiliki riwayat penyakit seperti kanker, sejauh ini tidak
ada laporan dari Dinas Kesehatan kepada kami,”tututnya.
Ia meminta
tim medis, agar selalu memperhatikan kondisi JCH yang masuk kategori
berisiko tinggi. “Saya juga mengimbau agar seluruh jemaah, senantiasa
menjaga kesehatannya,”pungkasnya.
Untuk diketahui, jumlah JCH asal kabupaten paling timur Pulau Madura yang positif berangkat tahun ini sebanyak 521 orang, ditambah 5 orang petugas dari Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep yang akan menyertai.
Mereka terbagi ke dalam 2
Kelompok Terbang (Kloter), yakni Kloter 58 dan 59. Kloter 59 diisi penuh
JCH asal Sumenep. Sedangkan Kloter 58 merupakan gabungan antara JCH
asal Sumenep, Pamekasan, Sampang, Surabaya dan Sidoarjo. ( Nita, Esha )