News Room, Senin ( 31/08 ) Sebanyak 41 orang anggota Toriqat Al-Mu tabroh Sumenep, dilantik sebagai pengurus organisasi Ahli Thariqat "Idaroh Syu biyah Jamiyah Ahlil Thoriqah Al-Mu tabaroh An-Nahdiyah" (Jatman). Mereka secara resmi dilantik oleh Pengurus Wilayah Jawa Timur (Idaroh Wusto) di Aula Kantor PCNU Sumenep, Minggu (30/08) kemarin.
Pelantikan tersebut dilakukan setelah dilakukan Musyawarah Daerah (Musda) oleh Ketua terpilih, yakni KH. Thoifur Aliwafa sebagai Ketua Majlis Iftak. Sedangkan KH. Khozin Sanusi didaulat sebagai Rois Ifadliyyah dan Mudir diamanahkan pada Drs. KH. Kurniadi Widjaya, M.Si, sedangkan Sekretaris Umum dipegang K. Sumarhum, SH.
Dari 41 pengurus yang dilantik, diantaranya yang tergabung di dalam kepengurusan adalah KH. Ahmad Fauzi Tijani, Habib Muhsin Bin Muhsin Al-Hinduan, Habib Muhsin Bin Muhsin Al-Jufri, KH. Aminudin Jazuli, dan KH. Sayuti, dan KH. Abdurrahman Sofi.
"Jamiyah ini merupakan badan otonom yang ada pada Nahdatul Ulama. Ada 6 jamiyah tariqot yang mu tabaroh yang bergabung,"kata KH. Sufyan Nawawi, selaku Ketua panitia, Senin (31/08).
Menurutnya, pengurus yang dilantik itu akan mengemban tugas dari tahun 2015 hingga tahun 2019. Sebagaimana amanat paraturan dasar rumah tangga jamiyah.
Sementara itu Rois Idaroh Wustho Jawa Timur, KH. Martin Karim, menegaskan pentingya keberadaan jamiyah toriqat al-muktabaroh, karena ada banyak jamiyah yang mengaku sebagi toriqat, tapi silsilah mursyidnya terputus. "Di Indonesia ini banyak aliran, makanya yang mu tabaroh ini harus dipelihara, dan saling menghormati,"harapnya. ( Nita, Esha )