News Room, Selasa ( 08/09 ) Dari 27 Kecamatan sebanyak 4 Kecamatan daratan dan kepulauan yang tingkat volume penebusan raskinnya sangat rendah. Sebanyak 4 Kecamatan itu rata-rata menebus jatah raskinnya hanya berkisar bulan Mei hingg Juni 2009. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, H. Ach. Sadik, S.Sos mengatakan, sebanyak 4 Kecamatan yang sangat rendah tingkat volume penebusan raskinnya itu dinataranya Kecamatan Kota Sumenep, Bluto, Saronggi, dan Kecamatan Masalembu. Data gudang Dolog Baru Kalianget, penebusan raskin Kecamatan Kota Sumenep dan Kecamatan Bluto realisasinya hingga bulan Mei 2009, Kecamatan Saronggi bulan Juni, dan Kecamatan Masalembu penebusan raskin hingga bulan April 2009. â€ÂPenyebab rendahnya penebusan raskin di 4 Kecamatan itu memang bervariasi, misalnya untuk Kecamatan Bluto, salah satu Kepala Desanya trauma menebus raskin akibat ada masalah dengan raskin, selain itu masalah pendataan Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang belum selesai di tingkat Desa, sedangkan Kecamatan Masalembu hanya faktor cuaca, sebab pengiriman raskin sebelumnya sebanyak 15 ton raskin harus dibuang kelaut demi keselamatan kapal dan penumpang, akibat ombak besar.â€Âtegasnya. H. Ach. Sadik menyatakan, pihaknya menginstruksikan pada masing-maing Camat untuk secepatnya menebus jatah raskinnya, sebab program raskin itu selain membantu masyarakat miskin berhari raya, juga sebagai upaya memperkuat pangan di masyarakat dan sekaligus mengantisipasi kenaikan harga beras menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sementara itu data gudang Dolog Baru Kalianget, penebusan raskin hingga tanggal 7 September 2009 untuk jatah bulan Agustus 2009 sebanyak 13 Kecamatan dari 27 Kecamatan. Sebanyak 13 Kecamatan itu yakni Kecamatan Batuan, Kalianget, Talango, Giligenting, Ganding, Ambunten, Pasongsongan, Rubaru, Dasuk, Batang-batang, Gayam, Nonggunong, dan Kecamatan Raas. ( Yasik, Esha )