Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-12-2009
  • 465 Kali

Sebanyak 30 Ribu Liter Mitan Ditahan Polair Sumenep

News Room, Selasa ( 15/12 ) Sebanyak 30 ribu liter minyak tanah (mitan) yang diangkut kapal mesin (KM) Kurnia Jaya, terpaksa tidak bisa berlayar ke pulau Kangean, karena ditahan oleh Sapolair Kalianget. Salah seorang warga Kangean, Masduki, mengatakan, semestinya mitan tersebut sudah diangkut ke Kangean pada Jum’at (11/12) kemarin. Namun, karena kapal tidak diijinkan berlayar oleh Satpolair dengan alasan pengecakan dokumentasi, akhirnya ribuan liter mitan tersebut, hingga Selasa (15/12) siang, masih berada di Pelabuhan Kalianget. “Kami tidak tau pasti alasan satpolair menahan mitan ini. Padahal, surat-surat pembelian mitan ini sudah lengkap. Rencananya kami akan berangkat ke Kangean pada Senin (14/12) tadi malam, tapi lagi-lagi petugas satpolair melarang, harus menghadap Kasatpolair Kalianget dulu,”terang Masduki, pada wartawan dikantor Satpolair Kalianget, Sumenep, Selasa (15/12). Ia menjelaskan, pihaknya tidak mungkin berani melakukan pembelian mitan tanpa disertai dokumen resmi. “Dokumen resmi pembelian mitan ini, seperti halnya ijin angkut yang dikeluarkan kepala bagian perekonomian setdakab Sumenep, kemudian HO dan SIUP serta faktur pembelian sudah kami tunjukkan kepada petugas Satpolair Kalianget, tapi kami masih belum bisa berlayar ke Kangean,”ungkapnya menegaskan. Penahanan mitan tersebut, membuat Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep bersama anggota DPRD lainnya asal Kepulauan Kangean, pada Selasa (15/12) siang langsung mendatangi kantor Satpolair Kalianget. Menurut anggota Komisi B, sekaligus wakil rakyat dari kepulauan Kangean dan Masalembu, kedatangannya ini untuk menanyakan secara jelas alasan penahanan mitan yang akan diangkut ke Kangean. “Apa dasar hukumnya penahanan mitan ini. Hemat kami, tidak ada dasar hukumnya, masyarakat manapun boleh membeli mitan untuk diangkut ke kepulauan. Nah, kalau tidak ada dasar hukumnya, siapapun tidak boleh melakukan penangkapan termasuk satpolair. Kami berkesimpulan, bahwa mitan ini harus diberangkatkan ke pulau Kangean,” ungkapnya menegaskan. Darul menjelaskan, kebutuhan BBM utamanya mitan, premium maupun solar di Kepulauan Masalembu, Kangean dan Sapeken, saat ini sangat tinggi. Jika adapun, harganya sudah melambung dan mencekik masyarakat setempat. ( Nita, Esha )