News Room, Kamis ( 02/05 ) Dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Sumenep, semakin menggeliat menciptakan terobosan-terobosan di bidang kesehatan, yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pelayanan Puskesmas gratis, diangggarkan Rp. 10 milyar, serta di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dianggarkan Rp. 10 milyar untuk mendukung pelayanan kesehatan gratis di klas III, serta persalinan gratis. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si ketika mewakili Bupati Sumenep pada Pembukaan Diklat Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tahun 2013 Kabupaten Sumenep, Kamis (02/05) di UPT. Sanggar Kegiatan Diklat (SKD) Batuan Sumenep. “Kita juga memberikan kemudahan bagi masyarakat, dengan cukup menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis,”ujarnya. Karena itu, terobosan semacam itu, memang penting dan tidak boleh kita tunda-tunda lagi. Karena itu, peningkatan infrastruktur kesehatan dan peningkatan SDM, harus dibarengi oleh komitmen pelayanan kesehatan yang prima. Dan sehebat apapun sarana yang ada, sebanyak apapun tenaga medis yang dimiliki, tapi pelayanannya tidak baik, itu akan percuma. Ada 2 hal yang perlu diperhtikan dalam pelayanan kepada masyarakat, yakni berkaitan dengan sistemnya serta karakter pelayan kesehatan. Karena itu melalui Diklat Pelayanan Kesehatan tersebut diharapkan stakeholder di bidang kesehatan, mampu merubah pola pikir dan meningkatkan motivasi kerja, untuk senantiasa menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat. Sekedar diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, indeks kesehatan di Kabupaten Sumenep menunjukkan grafik meningkat. jika pada tahun 2011 sebesar 66,18, maka di tahun 2012 meningkat menjadi 66,48. sementara itu, angka harapan hidup juga mengalami peningkatan dari 64, 71 tahun di tahun 2011 menjadi 68, 90 tahun di tahun 2012. Sementara Kepala BKPP Kabupaten Sumenep, Hj. R. Titik Suryati, SH, MH menjelaskan kegiatan Diklat tersebut bertujuan agar para tenaga kesehatan mampu memahami managemen keperawatan serta strategi pelayanan kesehatan, mampu melaksanakan tugas sesuai Standart Operasional Keperawatan (SOP). “Disamping itu juga diharapkan para tenaga kesehatan, mampu memberi universal perawatan yang tepat dan pelayanan prima serta membentuk kerja tim yang solid dan bertanggung jawab,”ujarnya. Diklat Pelayanan Kesehatan yang dilaksanakan selama 7 hari efektif sejak tanggal 1 hingga 8 Mei nanti, diikuti sebanyak 30 tenaga peraawat yang ada di UPT Puskesmas Kecamatan, dengan rincian 8 orang ari daratan dan 22 orang diantaranya dari kepulauan. ( Ren, Esha )