News Room, Rabu ( 05/12 ) Banyknya kasus Kepala Daerah yang menyeret guru ke dalam politik praktis mendapat perhatian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pidatonya dipuncak peringatan Hari Guru Nasional 2012, dan HUT ke 67 PGRI di Sentul, Bogor, Selasa kemarin (04/12). SBY menyampaikan keprihatinannya terhadap guru yang menjadi korban politik di daerah. “Saya tertarik dengan para guru yang menjadi korban pasca Pilkada,”tutur SBY. Dia menegaskan, kondisi itu tidak boleh terjadi. Para guru, meskipun memiliki hak berpolitik atau mengeluarkan suara dalam Pemilu atau Pilkada, tetap harus netral. SBY mengingatkan kepada siapapun, termasuk pimpinan daerah yang dipilih oleh rakyat, agar tidak menarik guru ke politik praktis. “Upaya itu tidak patut dilakukan. Guru tidak boleh dibawa ke arena politik,”tandas SBY yang kemarin mengenakan seragam PGRI. Menurut dia, hak politik para guru harus disalurkan dengan benar. Tidak boleh dicampur adukkan dengan kepentingan orang per orang. “Saya ingin Mendagri mengeluarkan aturan yang lebih pasti untuk membikin tenteram para guru,”pinta SBY, lantas disambut tepuk tangan sekitar 9.000 guru yang hadir. SBY menambahkan, dengan aturan itu, para guru tidak sampai terombang-ambinng dalam hingar bingar politik praktis di daerah. Selain itu, SBY berpesan kepada para Kepala Daerah atau tokoh politik untuk tidak mengorbankan para guru yang tidak ikut arus perpolitikan di daerah. Dia meminta etika politik ditegakkan, mulai tingkat pusat, propinsi, hingga Kabupaten dan Kota. ( JP, Ingun, Esha )