News Room, Rabu ( 16/01 ) Munculnya pernyataan dari pihak Bulog terkait hangusnya jatah cadangan beras pemerintah (CBP) untuk kepulauan sapeken khususnya desa sapeken kecamatan sapeken sebanyak 35.170 kilogram, ternyata mengundang tanda tanya besar bagi masyarakat setempat khususnya penerima CBP. Bahkan, warga sapeken sangat menyayangkan hangusnya jatah cadangan beras pemerintah itu. Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan Sapeken, Badrul Aini membenarkan tentang hangusnya jatah CBP bagi Desa Sapeken tersebut. Seharusnya hal itu tidak terjadi, mengingat harga beras saat ini sangat mahal dan kondisi di desa sapeken sendiri terjadi krisis pangan. Padahal menurut Badrul, warga Sapeken sangat mengharapkan cadangan beras pemerintah itu bisa ditebus, baik Kepala Desa Sapeken maupun pihak Kecamatan. Badrul Aini memperkirakan, belum ditebusnya CBP tersebut disebabkan kondisi laut yang tidak bersahabat, yakni masih tingginya ombak dan kencangnya angin dilautan. Namun, sebetulnya hal itu jangan dijadikan alasan, karena aparat desa bisa melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk menebus terlebih dahulu jatah CBP sapeken tersebut. Sementara itu, Koordinator Lapangan Dolog Sumenep, Ainul Fatah menerangkan, hangusnya jatah CBP bagi Desa Sapeken Kecamatan Sapeken itu sebanyak 35.170 kilogram, karena melampaui batas pengambilan pada 15 Nopember 2007. padahal, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan peluang agar jatah CBP Sapeken itu bisa ditebus dengan menitipkan digudang, mengingat kondisi laut yang tidak memungkinkan. Namun kenyatataannya, hingga saat ini jatah CBP tersebut tidak kunjung ditebus. Ainul menjelaskan, sebetulnya jatah CBP yang dinyatakan hangus itu, bukan hanya jatah bagi desa sapeken saja, tapi juga terjadi di 3 Kecamatan 11 Desa, yakni Kecamatan Dasuk di Desa Kerta Timur 1.270 kilogram dan Dasuk Timur 740 kilogram, kemudian Kecamatan Arjasa di Desa Buddi 3. 930 kilogram dan Pajanangger 12.110 kilogram dan Kecamatan Kangayan di Desa Kangayan 8.780 kilogram, Desa Torjek 3.890 kilogram, Desa Cangkareman 1.900 kilogram, Tembayangan 2.210 kilogram, Desa Batuputih 1.960 kilogram, Desa Timur Jang-jang 8.440 kilogram, dan Desa Jukong-jukong 3.170 kilogram. sehingga total keseluruhan jatah cadangan beras pemerintah yang dinyatakan hangus sebanyak 83.560 kilogram (Nita, Esha)