Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-01-2007
  • 606 Kali

SATPOL AIR KALIANGET AMANKAN 6 EKOR PENYU

Sumenep-Kominfo News Room : Sebanyak 6 ekor hewan langka berupa penyu berhasil diamankan oleh satuan Polisi Air (Satpolair) Kalianget Sumenep, Senin kemarin (02/01) sekitar pukul 15.30 WIB, dari perahu motor Laksana Muda. Penangkapan itu dilakukan di perairan Payangan Selat Sapudi. Kasatpolair Kalianget, AKP Aryanto Agus menuturkan, penangkapan terhadap satwa langka tersebut, berawal ketika anggotanya melakukan operasi di perairan Payangan Selat Sapudi, tiba-tiba melintas sebuah perahu motor Laksana Muda yang dinahkodai Mahmud Abdul Fatah (23), warga Desa Poleondro Kecamatan Sapukat Kabupaten Pangkap Sulawesi Selatan. Melihat hal itu aparat merasa curiga terhadap barang yang diangkut, sehingga perahu terpaksa dihentikan dan digeledah. Aryanto menandaskan, ketika diperiksa ternyata perahu motor itu mengangkut 6 ekor penyu, yakni 1 penyu jenis hijau dan 5 penyu jenis sisik. Sehingga aparat langsung mengamankan dan melakukan pemeriksaan, dalam pemeriksaan pertama para tersangka mengakui bahwa penyu tersebut hasil menangkap di pulau Tondu’ perairan Ra’as. Karena satwa itu merupakan satwa yang dilindungi, maka para tersangka dibawa ke Kalianget. Aryanto menjelaskan, dalam penangkapan itu, pihaknya juga menyita barang butki berupa 1 buah perahu 24 PK, 6 ekor penyu dan 1 set jaring, yang saat ini diamankan di Masatpolair kalianget berikut nahkoda dan 5 Anak Buah Kapal (ABK)-nya, yakni Bharudin (35) warga Desa Suka Jeruk Kecamatan Masalembu, Suhadani (27) dan Suratman (16), keduanya warga Desa Sepanjang Sapeken, kemudian Hermanto (18) dan Mahrupin (14), keduanya warga Desa Bima Nusa Tenggara Barat. Aryanto menegaskan, para tersangka itu akan dijerat pasal 21 ayat 2 huruf a Jo pasal 40 ayat 2 dan 4 UU no.5 tahun 1990, tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Berdasarkan pengakuan dari tersangka, bahwa penyu itu rencananya akan dijual, yakni untuk tempurung akan dikeringkan dan dijadikan hiasan, kemudian untuk dagingnya akan dikonsumsi. ( Nita, Esha )