(Sumenep-Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan) : Hari rabu tanggal 26 Januari 2005 yang baru lalu, komunitas seniman di kabupaten Sumenep mengadakan acara yang bertajuk sarasehan dan Pergelaran Tari Topeng yang dilaksanakan di Pendopo Kraton Sumenep, acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini diawali dengan dengan sambutan Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab Sumenep Drs H Iskandar Zulkarnain, MM, yang dalam sambutannya beliau menyatakan sangat merespon positif serta menyampaikan terima kasih atas kepedulian komunitas seniman Sumenep atas terselenggaranya acara tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari topeng secara bergiliran yaitu Tari Topeng Kekke' dari sanggar tari Bumi Jokotole pimp Taufikurahman, Tari Topeng Gulur dari sanggar tari Potre Koneng pimp Edi Susanto, Tari Topeng Bhatara Kresna dari mahasiswa jurusan Tari Universitas Negeri Malang (UM) dari tari Topeng Klena Tunjang Seta dari kelompok Rukun Perawas kec. Dasuk, sedangkan acara Sarasehan juga melibatkan seorang akademisi UM, Wido, yang menuturkan keprihatinannya atas kekurangpedulian generasi muda terhadap kekayaan budaya lokal sehingga memunculkan kekhawatiran punahnya tradisi budaya lokal dalam beberapa tahun mendatang apabila tidak segera dilakukan langkah upaya pelestarian yang seharusnya banyak melibatkan generasi muda. Dalam keterangannya, ketua panitia Agus Suharjoko S.Sn(27) yang juga sebagai pembina teater Smansa Sumenep menuturkan " Acara ini sengaja diadakan untuk memberikan ruang apresiasi dan kreatifitas untuk kalangan seniman sumenep dalam rangka pengalian seni tradisional topeng serta sebagai sarana inspiratif dan inovatif bagi seniman sumenep ". Acara yang berlangsung di tengah guyuran hujan lebat itu berakhir sekitar pukul 22.30 WIB, walaupun relatif sepi pengunjung namun kehadiran sepasang turis Australia yang terlihat begitu antusias mengikuti acara ini memberikan kesan bahwa daya tarik budaya tradisional madura masih memiliki daya pikat yang kuat untuk menjadi aset wisata bagi pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Sumenep(Fan)