News Room, Rabu ( 11/02 ) Penyakit disentri sering menyerang pada anak bayi, karena masalah sanitasinya masih kurang baik dan sumber airnya banyak yang tercemar.
Terdapat 2 jenis penyakit disentri, seperti disentri basiler dan disentri amoeba yang gejalanya mirip. Biasanya, disentri amoeba tidak disertai panas tinggi, tetapi disertai rasa nyeri perut yang hebat yang disebut kolik. Sedangkan disentri basiler disertai panas tinggi tanpa disertai rasa nyeri.
Hal tersebut disampaikan dr. Dela Maulana Anzari, M.Si kepada News Room, Rabu (11/02) di ruang kerjanya.
Ia mengatakan, gejala klinis yang sering menonjol pada disentri karena shigela adalah panas mendadak yang cukup tinggi sekitar 39 derajat hingga 40 derajat, yang berpotensi menimbulkan kejang-kejang apabila tidak cepat diturunkan. Selanjutnya kenaikan panas akan disertai dengan mencret.
Selain itu perlu dibedakan dengan demam berdarah, namun pada demam berdarah biasanya buang air besarnya tidak cair, tetapi seperti bumbu kacang untuk pecel disertai pendarahan yang berwarna hitam, seperti aspal.
Sedangkan pengobatan disentri basiler harus memberikan cairan elektrolit atau oralit dalam jumlah cukup, diet makanan lunak dengan kalori dan protein tinggi, pemberian anti biotik yang sesuai.
Penularan penyakit disentri basiler terjadi bila seseorang makan dengan tangan yang mengandung kuman disentri, tentunya kebersihan perorangan sangat berperan dalam penyebaran penyakit disentri basiler. ( JuP-01, Fer )