Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-05-2014
  • 539 Kali

Sambut Baik Pelaksanaan Riset Mahasiswa Malang Di Gili Labak

News Room, Jumat ( 23/05 ) Keindahan pasir putih dan sumber daya alam (SDA) yang ada di Pulau Gili Labak, Kecamatan Talango, menjadi daya tarik sendiri bagi semua kalangan. Terbukti, 12 mahasiswa pecinta alam dari Institut Pertanian Malang, melakukan riset dan penelitian di Pulau Gili Labak atau Gili Lawak. Ketua Kelompok Mahasiswa Institut Pertanian Malang, Andi Iskandar Zulkarnain, menjelaskan, riset dan penelitian di Pulau Gili Lawak itu untuk dijadikan kajian ilmiah. “Kami ingin mengetahui keragaman hayati yang ada di Pulau Gili Lawak tersebut. Kita akan memulai riset dan penelitian dengan mewawancarai langsung penduduk setempat,” kata Andi, Jumat (23/05). Kegiatan yang dimotorinya itu akan berlangsung selama 6 hari, yang dimulai Jumat (23/05) ini, hingga tanggal 29 Mei besok. “Tujuan kami memang ingin mengetahui kearifan lokal masyarakat Pulau Gili Lawak; dan meningkatkan kemampuan serta kepedulian dalam upaya pelestarian SDA hayati yang juga ekosistemnya,”terangnya. Sementara Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si mengungkapkan, bahwa keindahan Pulau Gili Labbak itu memang luar biasa. Namun yang masih menjadi kendala adalah dibidang infrastruktur. Kegiatan riset dan penelitian mahasiswa Institut Pertanian Malang ini merupakan yang kesekian kalinya. “Pulau Gili Lawak ini sudah kerab disinggahi warga luar Madura, bahkan dari Manca Negara, seperti dari Yunani beberapa waktu lalu. Dan satu bulan lalu kami mendatangi Pulau Lawak, ternyata banyak warga dari Jakarta dan Surabaya. Mereka melakukan riset dan sesi pemotretan,”ungkapnya. Menurut Bupati, jika dilihat dari sisi masyarakat di Pulau Gili Lawak memang sudah ada perubahan dibandingkan 12 tahun silam. Penduduk disana (Pulau Gili Lawak, Red) sudah bisa membaur dan menerima kedatangan para tamu dari luar daerah. “Warga di Pulau Gili Labak sudah ada kemajuan. Dulu, sekitar 12 tahun lalu, masyarakatnya masih awam dan merasa minder ketika ada orang dari luar daerah. Tapi sekarang sudah berubah. Mereka sangat welcome kepada setiap tamu yang dating,”tambahnya. Hanya saja, Bupati meminta kepada para mahasiswa agar menguasai bahasa Madura, sebab sebagian besar warga di Pulau Gili Labak masih belum bisa berbahasa Indonesia. “Meski sudah ada kemajuan, tapi sebagian besar masih sulit memakai Bahasa Indonesia,” tuturnya. ( Nita, Esha )