Media Center, Senin ( 20/11 ) Pembuatan
Kapal Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga dananya berasal dari
sumbangan alumni kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, sehingga
dalam proses pembuatannya tidak menerima dana bantuan dari Pemerintah.
“Kami
membuat Kapal Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga itu semua
dana hasil sumbangan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlanga,
tujuannya membantu pelayanan kesehatan warga kepulauan di Kabupaten
Sumenep.”kata Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga, dr.
Christijogo Sumartono saat pelepasan Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria
Airlangga di Pelabuhan Kalianget, Senin (20/11).
Christijogo
Sumartono menyatakan, pihaknya membuat Kapal Rumah Sakit Terapung atas
cerita seorang alummni Fakultas Kedokteran yang menyampaikan
kesulitannya melayani masyarakat, saat acara Temu Alumni Mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga bulan November 2012 lalu.
“Salah
seorang alummni Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya yang bertugas di
kepulauan Sumenep, bercerita tentang bagaimana dirinya melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya cukup berat, karena peralatan terbatas dan
jarak tempuh untuk merujuk pasien ke Rumah Sakit di Kabupaten Sumenep
sangat jauh.”imbuhnya.
Di dalam Kapal Rumah Sakit Terapung itu,
lengkap dengan kamar operasi yang desainnya untuk menuntaskan segala
masalah kesehatan di kepulauan termasuk tindakan operasi.
Sementara
itu Koordinator Pelaksana Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, Agus
Hariyanto menambahkan, Rumah Sakit Terapung saat ini, hanya melayani
pasien rujukan di Kecamatan (kepulauan) Kangean dan Kecamatan
(kepulauan) Sapeken.
“Kami untuk sementara waktu melayani dua
Kecamatan kepulauan itu, karena terkendala kondisi cuaca guna menuju
Kecamatan (kepulauan) Masalembu akibat ombak dan angin.”imbuhnya
Agus
Hariyanto mengatakan, tenaga medis yang terlibat bertugas di Rumah
Sakit Terapung mencapai 26 orang terdiri dari dokter spesialis dan
perawat.
“Semoga kehadiran kami di kepulauan Sumenep bisa membantu
pelayanan masyarakat kepulauan yang membutuhkan rujukan pelayanan
kesehatan.”pungkasnya. ( Yasik, Fer )