News Room, Rabu ( 26/09 ) Dalam 2 tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah merintis implementasi Budaya Kerja yang berbasis pada pelayanan publik. Hal itu merupakan bentuk i’tikad dan komitmen dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si pada kegiatan Gelar Budaya Kerja tingkat Propinsi Jawa Timur dan Pameran Produk Unggulan tahun 2012, di Graha Adi Poday Sumenep, Rabu (26/09). “Upaya tersebut telah kami mulai sejak program kerja 99 hari yang menghasilkan perubahan cukup signifikan diberbagai bidang, khususnya yang menyangkut akses kehidupan dasar manusia, yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi,”ujarnya. Dijelaskan, di bidang kesehatan misalnya, berhasil menggratiskan layanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah bagi pasien kelas III, serta layanan persalinan gratis di semua Puskesmas, bahkan bidan swasta. Sedangkan di bidang pendidikan berkomitmen memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya demi kesejahteraan para pendidik, khususnya guru swasta. Yang setiap tahun hampir Rp. 2 milyar lebih untuk memenuhi tunjangan guru swasta. Sementara di bidang ekonomi, telah terjadi peningkatan yang semakin membaik jika dilihat dari meningkatnya pendapatan dan perkapita penduduk Sumeep dalam 2 tahun terakhir. Yakni, dari Rp. 9.147.496.00, menjadi Rp. 10.225.473,00. Disamping itu indek daya beli masyarakat Sumenep tergolong kategori tinggi dan tertinggi di Madura, yakni sebesar Rp. 644.190,00. Hal tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sumenep, yakni Sumenep sejahtera dengan pemerintahan yang bersih, mandiri, agamais, nasionalis, transparan, adil dan profesional (SUPER MANTAP). “Alhamdulillah, saat ini sangat jarang PNS di Kabupaten Sumenep yang keluyuran pada saat jam kerja. Semua itu sebegai bagian dari upaya menjadikan aparatur pemerintah sebagai panutan dan teladan bagi masyarakat,”pungkasnya. ( Ren, Esha )