Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-07-2008
  • 448 Kali

Ribuan Pemilih Kepulauan Dikhawatirkan Golput

News Room, Selasa ( 01/07 ) Sebanyak 229. 767 pemilih yang berada di 9 Kecamatan wilayah kepulauan Sumenep, tingkat partisipasinya pada pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 23 Juli mendatang, dikhawatirkan KPUD Sumenep. Sebab, sebagian besar diantara mereka belum mengetahui hari "H" pelaksanaan Pilgub Jatim tersebut. Ketua KPUD Sumenep, Toha Samadi, ST, MT mengaku sangat khawatir terhadap warga kepulauan tersebut. Karena, jika jumlah 229. 767 pemilih (27,34 prosen) betul-betul tidak mengetahui hari “H” Pilgub Juli nanti, maka akan berpotensi menjadi golongan putih (golput). “Kita rasa ketidak tahuan warga akan hari “H” Pilgub, juga terkait dengan belum adanya alat peraga Pilgub di wilayah kepulauan,” terangnya. Toha Samadi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali meminta alat peraga secepatnya dikirim ke KPU Sumenep, untuk didistribusikan ke wilayah kepulauan. Namun sampai saat ini, pihaknya hanya menerima alat peraga mengenai sosialisasi Pilgub, berupa pamflet sebanyak 1.000 lembar pada Minggu (29/06) lalu. “Kita telah menginstruksikan PPK dan PPS kepulauan, untuk melakukan sosialisasi hari “H” Pilgub segencar mungkin melalui lisan. Sebab, kemampuan kita baru sebatas itu (sosialisasi lisan). Bahkan, di kepulauan belum ada alat peraga yang terpasang." katanya. Toha menjelaskan, 1.000 lembar pamflet itu tidak ada artinya, sebab dalam perhitungannya, KPU Sumenep memerlukan sedikitnya 5.000 alat peraga untuk disebar ke 9 Kecamatan kepulauan, guna memastikan warga kepulauan tahu dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos pada hari "H" PIlgub, 23 Juli mendatang. “Kesuksesan Pilgub termasuk menekan angka golput di Kabupaten Sumenep, memang tanggungjawab KPUD setempat beserta jajarannya. Tapi, pengadaan alat peraga sebagai media sosialisasi Pilgub berada di tangan KPU Jatim,” tegasnya. Toha meminta kearifan dari KPU Jatim untuk memikirkan kondisi geografis wilayah tanggung jawab KPU Sumenep, utamanya dalam hal pengiriman logistik Pilgub. Sebab, tantangan pendistribusian logistik ke Kecamatan kepulauan itu jauh lebih berat dibandingkan di daratan. “Untuk sementara, PPK dan PPS terus melakukan sosialisasi secara lisan pada warga, dengan harapan warga yang tahu hendaknya memberitahukan pada lainnya," kata Toha. Toha memaparkan, secara keseluruhan, daftar pemilih tetap (DPT) di Sumenep sebanyak 840.215 pemilih, yang tersebar di 27 Kecamatan, yakni, di 18 Kecamatan daratan sebanyak 610.448 pemilih dan di 9 Kecamatan kepulauan sebanyak 229.767 pemilih. Ke 9 Kecamatan itu adalah Kecamatan Talango sebanyak 31.646, di Giligenting sebanyak 20.308 pemilih, di Gayam sebanyak 28.228, di Nong-gunong sebanyak 11.796, di Raas sebanyak 27.634, di Masalembu sebanyak 17.727, di Arjasa sebanyak 47.545, di Sapeken sebanyak 28.132, dan Kecamatan Kangayan sebanyak 16.751 pemilih. ( Nita, Esha )