News Room, Rabu ( 30/03 ) Sebanyak 1.068 guru PNS dan Swasta mulai dari TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Sumenep lulus sertifikasi guru tahun 2011. Kelulusan secara resmi itu diumumkan melalui media informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep sejak hari ini, Selasa (30/03). Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE. MM ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui Kepala Seksi Kepegawaian Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Moh. Kadarisman, M.Si menjelaskan, sejumlah guru yang lolos sertifikasi tahun ini sudah memenuhi persyaratan umum maupun persyaratan khusus sertifikasi. “Kami sudah melakukan seleksi dengan ketat dari sejumlah guru yang mendaftar sertifikasi, mulai dari pengawas sekolah hingga pengurus PGRI Sumenep,”ujarnya. Dijelaskan, dari beberapa persyaratan umum diantaranya, guru yang bersangkutan memiliki Ijazah minimal S-1 dan memiliki masa kerja selama 6 tahun. Sedangkan bagi yang non S-1 persyaratannya minimal berusia 50 tahun dan memiliki masa kerja selama 20 tahun atau PNS golongan IV A dan memiliki NUPTK. Disamping itu, aktif mengajar di sekolah binaan Kementerian Pendidikan Nasional dan tidak termasuk guru Agama. Karena, guru agama masuk pada sertifikasi di Kementerian Agama. Sementara salah satu persyaratan khusus, yakni guru yang bersangkutan mengajar selama 24 jam dalam seminggu, dan bagi Kepala Sekolah mengajar 6 jam selama seminggu. Kadarisman menegaskan, jumlah guru yang masuk sertifikasi tersebut sesuai dengan kuota yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep. Dan dari sejumlah guru itu, ada kemungkinan tambahan jumlah guru yang masuk sertifikasi, apabila ada penambahan kuota dari Jawa Timur, jika ada pengurangan dari Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur. Peluang jumlah sertifikasi bagi guru swasta di Kabupaten Sumenep berkisar antara 15 persen hingga 20 persen dari jumlah guru yang masuk sertifikasi seluruhnya. Dari sejumlah 6.692 guru yang mendaftar sertifikasi, sebanyak 1.068 guru yang lulus tahun ini diantaranya guru TK sebanyak 90 orang, guru SD sebanyak 841 orang, guru SMP sebanyak 192 orang, serta guru SMA sebanyak 30 orang dan SMK sebanyak 6 orang, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 624 guru. ( Ren, Esha )