Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-11-2025
  • 643 Kali

Rembuk Nahdliyin Sumenep, Gerakan Kolektif Bangun Kemaslahatan Umat

Media Center, Ahad (02/11) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep menggelar Rembuk Nahdliyin Sumenep, Ahad (02/11/2025), di aula kantor PCNU setempat. Kegiatan menghadirkan beragam elemen Nahdliyin, mulai dari politikus, birokrat, pelaku usaha, aktivis, akademisi, hingga pesantren.

Rembuk ruang tersebut menjadi bersama untuk menampung aspirasi warga NU terhadap berbagai persoalan keummatan, sekaligus merumuskan rekomendasi strategi bagi kemaslahatan masyarakat Sumenep.

Wakil Ketua PCNU Sumenep KH Abdul Wasid, selaku fasilitator kegiatan menyampaikan bahwa Rembuk Nahdliyin dimaksudkan untuk menggali secara langsung pandangan dan kebutuhan warga.

“Rembuk Nahdliyin ini menjadi sarana menampung aspirasi warga terhadap isu-isu keagamaan, sosial, pendidikan, dan sebagainya.Semoga pertemuan ini membawa keberkahan,” ujarnya kepada Media Center Diskominfo.

Menurutnya, selain diskusi langsung, sebelumnya panitia juga menggelar kuisioner agar partisipasi warga NU semakin luas dan representatif.

"Kami ingin apa yang dibicarakan betul-betul berasal dari warga NU. Kalau hanya diskusi kecil, khawatir belum bisa mewakili semuanya. Karena itu, kuisioner disebar untuk menjangkau lebih banyak aspirasi," jelasnya.

Dari hasil kuisioner awal yang melibatkan 229 responden dari berbagai kecamatan, muncul beragam isu strategi. Responden terbanyak berasal dari wilayah kota Sumenep, disusul Kecamatan Batang-Batang, Gapura, Lenteng, dan Pragaan.

Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa permasalahan ekonomi dan kesejahteraan menjadi prioritas utama rekomendasi NU ke depan, dengan 37 persen responden menempatkannya sebagai isu yang paling mendesak.

Sementara itu, bidang Pendidikan dan Pesantren menempati posisi kedua (14 persen), disusul Kesehatan dan Sosial (11 persen), Digitalisasi dan Media Sosial (10 persen), Lingkungan dan Kelautan (8 persen), serta Budaya, Keagamaan, dan Politik masing-masing Lokal sekitar 7 persen.

Ketua LPTNU Sumenep Dr Ahmad Shiddiq, yang juga menjadi fasilitator, menekankan pentingnya forum seperti itu untuk memastikan arah gerak NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Rembuk ini menjadi momentum penting untuk memanggil seluruh elemen Nahdliyin berembuk, bagaimana kemaslahatan NU benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tandasnya.

Kegiatan Rembuk Nahdliyin Sumenep ini diharapkan menjadi model gerakan solutif ke depan bagi PCNU, MWCNU dan PRNU dalam menyusun arah kebijakan organisasi berbasis kebutuhan nyata warga di lapangan.

(Miko, Han)