Sumenep-Infokom News Room : Mencoloknya perbedaan kesempatan bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Sumenep yakni berkisar antara 70 prosen untuk Pegawai Harian Lepas (PHL) dan untuk umum 30 prosen, mendapat protes keras dari anggota Dewan asal PKIP, Raud Faiq Jakfar. Menurut pria yang biasa dipanggil Aud itu, seharusnya Pemkab harus objektif dalam pemberian kesempatan bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil, yakni dengan tidak membeda-bedakan antara PHL dan umum. Artinya tambah Aud, dalam perekrutan itu didasarkan pada kemampuan intelektual peserta. “Jika peserta bisa diandalkan secara intelektual, merekalah yang harus diproritaskan, dibanding PHL yang perekrutannya selama ini tidak sehat dan banyak melalui titipan�, jelas Aud. Bahkan ia juga memprotes, tentang ketika tahun 2009 nanti tenaga PHL ditargetkan sudah tidak lagi dengan cara direkrut menjadi PNS. Sedangkan kemampuannya masih perlu dipertanyakan. Karena menurut anggota Dewan yang sudah dua periode ini, menegaskan bahwa rekrutmen CPNS itu harus betul-betul selektif dan mempunyai kemampuan intelektual. Tentu saja tidak melepaskan test kepribadian. Sementara itu Kepala Kantor Kepegawaian Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh Saleh, M.Si ketika dimintai keterangannya seputar tudingan itu mengaku, bahwa kebijakan tersebut adalah kebijakan pusat, sementara tambah H. Moh. Saleh, daerah hanya melaksanakan. �Kita di daerah hanya sebatas melaksanakan apa yang menjadi kebijaksanaan pusat�, jelas pria berkumis tebal ini kepada sejumlah wartawan. Namun, menurut Plt Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sumenep ini, untuk palaksanaan rekrutmen CPNS nanti, pihaknya akan melakukan rekrutmen seobjektif mungkin. Artinya, selain nilai testnya, tingkat kedisiplinan, serta kemampuan intelektualnya tidak akan lepas dari perhitungan. Selanjutnya H. Moh. Saleh juga mengaskan, untuk rekrutmen CPNS bagi para PHL dipastikan lebih ketat dibandingkan dengan CPNS peserta umum. Sebab, PHL yang akan ikut mengadu nasib sebagai CPNS itu jumlahnya cukup banyak, yakni sekitar kurang lebih 3.000 orang, dan itu akan diseleksi secara ketat. ( DM, Esha )